BLT Kesra Rp 900.000 Juli 2026? Hoaks.
Gambar atau konten salah?
Informasi tentang pencairan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat, atau yang lebih dikenal dengan BLT Kesra, belakangan ini ramai diperbincangkan. Banyak unggahan di media sosial yang mengklaim bahwa bantuan sebesar Rp 900.000 akan cair pada bulan Juli 2026. Pertanyaannya, benarkah kabar itu? Apakah pemerintah benar-benar akan menyalurkan BLT Kesra lagi tahun ini?
Sebelum membahas lebih jauh, penting untuk memahami apa sebenarnya BLT Kesra itu. Berdasarkan informasi dari laman resmi Sekretariat Kabinet RI, program ini merupakan stimulus ekonomi nasional tambahan. Instruksi langsung diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada tahun 2025 lalu. BLT Kesra berbeda dari bantuan sosial reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Sasaran utamanya adalah 35 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berpendapatan rendah. Mereka harus terdaftar aktif dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya untuk desil 1 hingga 4.
Pada skema penyaluran tahun lalu, setiap KPM menerima dana sebesar Rp 300.000 per bulan. Namun, pencairannya dilakukan sekaligus untuk tiga bulan, yaitu Oktober, November, dan Desember. Totalnya menjadi Rp 900.000. Proses penyaluran ini telah selesai pada Desember 2025. Pelaksanaannya dilakukan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia.
Sekarang, mari kita cek fakta tentang klaim pencairan BLT Kesra pada Juli 2026. Bagi Anda yang menantikan bantuan ini, harus waspada. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui laman resminya menyatakan bahwa unggahan di media sosial, seperti Facebook, yang membagikan tautan pendaftaran dan mengklaim adanya pencairan BLT Kesra 2026 pada bulan April hingga Juli adalah tidak benar. Itu adalah hoaks.
Komdigi menegaskan bahwa narasi-narasi tersebut merupakan modus penipuan phishing. Penipu memanfaatkan teknologi Generative Artificial Intelligence (AI) untuk memancing masyarakat memberikan data pribadi secara ilegal. Faktanya, BLT Kesra adalah program tambahan pemerintah yang secara regulasi hanya berlaku untuk tahun anggaran 2025. Hingga saat ini, pemerintah belum mengumumkan atau merilis kebijakan resmi mengenai kelanjutan program ini untuk tahun 2026.
Selain itu, sempat beredar juga isu hoaks yang menyebutkan bahwa program ini resmi dihentikan dan dialihkan ke bansos reguler. Kepala Biro Hubungan Masyarakat Komdigi, Devi Deliani, melalui Surat Resmi Nomor: 105/1.6/HM.03/2/2026 telah membantah kabar pengalihan tersebut. Jadi, kelanjutan program BLT Kesra 2026 dari pemerintah saat ini masih belum jelas. Belum ada keputusan final.
Meskipun kelanjutan BLT Kesra 2026 belum diputuskan, Anda yang terdaftar dalam DTSEN desil 1-4 tetap bisa memantau status kepesertaan bansos reguler secara mandiri. Ini penting untuk menghindari tautan penipuan. Berikut caranya:
Pertama, melalui website resmi Cek Bansos. Buka peramban (browser) dan akses link resmi https://cekbansos.kemensos.go.id/. Masukkan 16 digit Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP dengan benar. Ketik kode huruf unik (captcha) yang muncul pada layar. Klik tombol "Cari Data". Sistem akan menampilkan tabel status kepesertaan bansos Anda. Jika bukan penerima, akan tertulis keterangan "Tidak Terdapat Peserta/PM".
Kedua, melalui aplikasi Cek Bansos. Unduh aplikasi resmi "Cek Bansos" lewat Google Play Store atau App Store. Lakukan registrasi dengan memilih "Buat Akun" dan isi data diri (nama, NIK, alamat, email) serta unggah swafoto memegang KTP. Setelah akun diverifikasi via email dan berhasil masuk (login), pilih menu "Cek Bansos" atau buka bagian "Profil". Masukkan NIK KTP untuk melihat jenis bantuan dan periode penyaluran yang aktif.
Kesimpulannya, informasi tentang pencairan dana BLT Kesra sebesar Rp 900.000 pada bulan Juli 2026 adalah informasi palsu. Masyarakat disarankan untuk selalu memantau pembaharuan informasi resmi hanya melalui laman resmi atau media sosial terverifikasi milik Kementerian Sosial RI dan dinas sosial setempat. Jangan sampai terjebak dalam informasi yang tidak benar dan berpotensi merugikan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pasokan Pertalite Menipis, Antrean Mengular di Medan
Unand Beri Jaminan Kuliah Bagi Mahasiswa Hilang
Investor Mulai Incar Hilirisasi Gas Blok Andaman di Aceh
Molo Olo Ho" Tembus 9 Juta Views
Harga Emas Antam Medan Kembali Turun, Kini Rp 2,615 Juta per Gram
Antrean Solar Pekanbaru, Sopir Menginap Demi Isi BBM
Berita Terbaru
Deru Sidak SPBU, Temukan Pengisian BBM Butuh 8,5 Menit
BLT Kesra Rp 900.000 Juli 2026? Hoaks.
Pasokan Pertalite Menipis, Antrean Mengular di Medan
Pegawai Jabar Terjerat Judi Online, Transaksi Capai Rp 14 M
Transaksi Koperasi Desa Tembus Rp56,69 Miliar
Kepala SPPG Bandung Ditemukan Meninggal, Rekan Sebut Sempat Berubah Sikap
SPP SMA Negeri di Jawa Barat Kembali Diwacanakan
Dybala Terima Potongan Gaji Demi Bertahan di Roma
Dua Pelajar SMP Terborgol Usai Mainkan Barang di Warung Kopi
Pejabat Ragukan Data Resmi PHK 43.000
