Pasokan Pertalite Menipis, Antrean Mengular di Medan

Tika M. · 2 min baca · 3 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Pasokan Pertalite Menipis, Antrean Mengular di Medan

Gambar atau konten salah?

Antrean panjang kendaraan mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Medan. Penyebabnya, pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite diduga mulai menipis, bahkan kosong di beberapa lokasi. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pun angkat bicara dan meminta warga tidak panik.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, menyatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Koordinasi ini bertujuan memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Menurut Dedi, Pertamina sudah menambah jumlah mobil tangki dan awaknya untuk mempercepat pengiriman ke SPBU.

"Berdasarkan hasil koordinasi, Pertamina telah melakukan langkah-langkah percepatan distribusi, antara lain dengan penambahan armada mobil tangki dan personel awak mobil tangki guna mempercepat penyaluran BBM ke SPBU. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi stok dan distribusi di lapangan agar pelayanan kepada masyarakat segera kembali normal," kata Dedi pada Selasa, 14 Juli 2026.

Dedi mengimbau masyarakat tetap tenang. Ia meminta warga tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mengawal distribusi dan optimistis pasokan segera pulih.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying), serta membeli BBM sesuai kebutuhan. Kami optimistis, dengan langkah-langkah percepatan distribusi yang sedang dilakukan, kondisi pasokan BBM di Sumatera Utara akan segera kembali normal," ucapnya.

Sejak Senin, 13 Juli 2026, sejumlah SPBU di Medan dilaporkan kehabisan stok Pertalite. Beberapa di antaranya adalah SPBU di Jalan Williem Iskandar, Jalan Lau Dendang, dan Simpang Selayang. Seorang pegawai SPBU di Medan mengatakan, "Pertalite kosong dari jam 8 pagi tadi, belum tahu masuk lagi jam berapa."

Sementara itu, SPBU lain seperti di Cemara Asri dan Simpang Krakatau justru dipadati antrean panjang. Pengendara yang sudah berkeliling mencari BBM akhirnya mengantre di lokasi yang masih memiliki stok.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut buka suara. Officer Communication & Relations Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Rafly Masyal Donta, menjelaskan bahwa dalam beberapa hari terakhir distribusi dari Fuel Terminal Medan mengalami penyesuaian operasional. Akibatnya, penyaluran ke SPBU dilakukan secara bertahap.

"Dalam beberapa hari terakhir, proses distribusi dari Fuel Terminal Medan mengalami penyesuaian operasional sehingga penyaluran di sejumlah SPBU dilakukan secara bertahap. Dalam kondisi tersebut, distribusi dilakukan secara proporsional ke berbagai SPBU agar kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah layanan tetap dapat terpenuhi," ungkap Rafly.

Kondisi ini menunjukkan bahwa gangguan distribusi, meski bersifat sementara, bisa langsung berdampak pada antrean panjang di SPBU. Penambahan armada tangki menjadi langkah utama yang diambil Pertamina untuk mengatasi kelangkaan di titik-titik tertentu. Masyarakat diimbau tidak menimbun BBM agar pasokan bisa merata dan cepat pulih.

antreanSPBUPertalitekelangkaandistribusiPertaminapanic buying

Komentar

Memuat komentar...