KAI Commuter: Penumpang 27% Turun Setelah WFH ASN

Sigit W. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 94 dibaca
Bisik.id
KAI Commuter: Penumpang 27% Turun Setelah WFH ASN

Gambar atau konten salah?

Setiap hari Jumat, Aparatur Sipil Negara (ASN) kini dipersilakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Kebijakan ini menimbulkan perubahan pada pola perjalanan publik, termasuk pengguna KAI Commuter yang melayani wilayah Jabodetabek.

Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter, mengamati penurunan volume penumpang di stasiun-stasiun yang berdekatan dengan kawasan perkantoran pemerintahan serta stasiun integrasi. Pada pukul 11.00 WIB hari ini, total pengguna di wilayah Jabodetabek tercatat 335.268 orang, turun 27% dibandingkan dengan hari Jumat sebelum kebijakan WFH, yaitu 460.184 orang.

Di stasiun pemberangkatan, tren penurunan terlihat jelas. Di Stasiun Bogor, sampai pukul 11.00 WIB, jumlah penumpang mencapai 20.431 orang, turun 26% dari 27.659 orang pada hari sebelumnya. Stasiun Bekasi juga mencatat penurunan 25%, dengan 18.633 orang dibandingkan 24.835 orang sebelum WFH. Sedangkan Stasiun Sudimara menurun 35%, hanya 9.382 orang dibandingkan 14.390 orang.

Penurunan tidak hanya terjadi di stasiun keberangkatan. Stasiun tujuan juga mengalami penurunan. Stasiun Juanda dan Stasiun Gondangdia masing-masing turun 24%, berkurang menjadi 11.834 orang dari 15.621 orang sebelumnya. Stasiun Gondangdia menurun 29%, hanya 13.827 orang dibandingkan 19.504 orang. Stasiun Palmerah juga menurun 29%, hanya 13.060 orang dibandingkan 18.500 orang.

“Stasiun Sudirman dan Stasiun Tanah Abang meski tetap ramai, arus pengguna pada jam sibuk pagi ini terpantau lebih lancar dan terkendali,” ujar Karina dalam keterangannya, Jumat 10 Juni 2026.

Meskipun terjadi penurunan volume pengguna akibat kebijakan WFH ASN, KAI Commuter tetap memastikan perjalanan Commuter Line berjalan normal. Sebanyak 1.065 perjalanan per hari tetap disiagakan untuk melayani masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar rumah.

Karina menegaskan bahwa kebijakan ini mendukung upaya pemerintah dalam pengaturan mobilitas masyarakat. “Meskipun terdapat penurunan jumlah pengguna dari kalangan ASN pada hari ini, standar layanan kami tetap terjaga, baik dari segi frekuensi perjalanan maupun petugas pengamanan di area stasiun,” tambahnya.

Selain itu, KAI Commuter terus memantau pergerakan pengguna secara real-time melalui pusat kendali operasional. Hal ini bertujuan memastikan headway (jarak antar kereta) tetap terjaga sesuai jadwal yang ditetapkan.

Dengan adanya kebijakan WFH, perjalanan publik mengalami penyesuaian pola. Namun, layanan KAI Commuter tetap dipertahankan, menjaga frekuensi dan keamanan bagi penumpang yang masih membutuhkan transportasi harian.

Kebijakan WFHASNKAI CommuterPenurunan volume penumpangStasiun JabodetabekMobilitas publikPusat kendali operasional

Komentar

Memuat komentar...