KAI Commuter Siap Ambil Barang Tertinggal di Bekasi
Gambar atau konten salah?
Di Stasiun Bekasi Timur terjadi kecelakaan maut pada 30 April 2026 yang menimpa kereta Commuter Line No. 5568A yang tertabrak kereta api jarak jauh. Akibatnya, banyak penumpang kehilangan barang bawaan di dalam kereta.
Perusahaan KAI Commuter Indonesia (KCI) telah menyiapkan layanan Lost and Found di stasiun tersebut. Pengguna atau keluarga yang ingin mengambil barang dapat langsung datang ke layanan tersebut tanpa menunggu proses panjang.
Menurut Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter, Petugas Pengamanan dan Pelayanan dari KAI Commuter mengamankan dan mendata barang-barang pengguna yang tertinggal di rangkaian Commuter Line No. 5568A yang terdampak.
Ia menjelaskan bahwa petugas evakuasi yang menemukan barang segera menyerahkannya kepada petugas Passenger Service Stasiun Bekasi Timur untuk didata dan diamankan.
Sejak kejadian, KAI Commuter telah menemukan 85 barang yang terdiri dari handphone, tas, koper, dan barang bawaan lainnya. Barang bawaan yang sudah ditemukan sebanyak 85 barang, dan barang bawaan yang sudah diambil atau dikembalikan kepada pemiliknya sebanyak 38 barang,
tambah Karina.
Untuk memudahkan proses pengembalian, KAI Commuter mengimbau pelanggan yang kehilangan barang agar tidak panik dan segera melapor ke petugas di stasiun atau posko informasi di Stasiun Bekasi Timur. KAI Commuter menjamin bahwa setiap barang yang dilaporkan akan diproses melalui sistem verifikasi yang ketat guna memastikan barang kembali ke pemilik yang sah. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh seluruh penumpang terdampak,
tutup Karina.
Dengan langkah cepat dan sistem verifikasi yang terstruktur, KAI Commuter berupaya meminimalisir kerugian bagi penumpang yang terdampak. Proses pengambilan barang tetap terbuka bagi semua yang bersangkutan, memastikan barang dapat dikembalikan kepada pemiliknya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pajak 0% 50 Tahun untuk Investor PFII
Indonesia Kejar Rp 51.000 Triliun Dana Family Office Global
PFII Ditarget Beroperasi Tahun Ini, PP Masih Digodok
Pemerintah: Belum Ada Rencana Revisi Anggaran Pertahanan
Anggaran MBG Dipangkas, BGN Klaim Tak Lagi Rp 268 T
PHK Naik 32.389, Menkeu: Itu Siklus Wajar
