KAI evaluasi 1.800 perlintasan demi keselamatan Indonesia

Hendra M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 109 dibaca
Bisik.id
KAI evaluasi 1.800 perlintasan demi keselamatan Indonesia

Gambar atau konten salah?

Jakarta – PT KAI (Persero) mengumumkan evaluasi menyeluruh terhadap operasional kereta di Indonesia, dengan fokus pada aspek keselamatan. Tindakan ini disebabkan insiden maut yang terjadi di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, pada Senin, 27 April 2026 malam.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa perusahaan telah mengumpulkan data sebanyak 1.800 perlintasan sebidang yang memerlukan perbaikan. Proses pembenahan akan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari titik-titik yang dinilai paling rawan kecelakaan.

“Kita sudah punya data 1.800 perlintasan sebidang itu, mana prioritas satu yang sangat membahayakan itu yang akan kita prioritaskan dulu di tahun ini,” ujar Bobby dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Rabu, 29 April 2026.

Bobby menambahkan bahwa setiap titik perlintasan akan mendapat penanganan yang berbeda. Peningkatan kualitas disesuaikan dengan kondisi di sekitar perlintasan.

“Dari 1.800 perlintasan yang kita identifikasi jenisnya, itu akan kami lakukan peningkatan atau pemenuhan syarat-syarat keselamatan. Baik itu dalam memasang flyover atau memasang palang pintu yang bersistem,” kata Bobby.

Namun, bila perlintasan sebidang tidak dapat dibenahi atau tidak memenuhi syarat keselamatan yang ditentukan, Bobby menegaskan bahwa titik tersebut akan ditutup.

“Jika tidak memenuhi persyaratan, maka kami akan tutup,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat yang tinggal di sekitar rel kereta untuk tidak lagi membuat perlintasan liar. Perlintasan liar biasanya tidak memiliki sistem persinyalan maupun standar keselamatan, serta dapat mengganggu pandangan masinis kereta.

“Kami mengharapkan dukungan dari masyarakat juga dalam dua hal. Satu, tidak membuat perlintasan liar lagi. Saya ulangi, tidak membuat perlintasan liar lagi,” tegas Bobby.

Ia menekankan agar perlintasan sebidang yang sudah ditutup tidak dibuka kembali secara liar. Perlintasan tersebut memang tidak memenuhi standar keselamatan dan harus ditutup permanen.

“Kemudian, ia juga meminta agar perlintasan sebidang yang sudah ditutup tidak dibuka kembali secara liar. Sebab, perlintasan tersebut memang tidak memenuhi standar keselamatan dan harus ditutup permanen. Kedua, jika ada perlintasan-perlintasan yang sudah dijaga, sudah dipasang alatnya, jangan dilanggar. Yang ditutup, yang kami sudah tutup karena tidak memenuhi syarat-syarat keselamatan, mohon jangan dibuka lagi. Mohon jangan dibuka lagi,” ujar Bobby.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti banyaknya perlintasan sebidang yang tidak dijaga. Ia menyatakan akan segera menunjuk pelaksana khusus untuk membenahi perlintasan sebidang, di mana di Pulau Jawa saja terdapat sekitar 1.800 titik. Untuk itu, Prabowo akan menyiapkan anggaran sekitar Rp 4 triliun untuk pelaksanaan proyek tersebut.

“Nanti pelaksananya kita tunjuk, dan diperhitungkan butuh hampir Rp 4 triliun. Demi keselamatan dan karena kita sangat membutuhkan kereta api, maka perlu dilakukan itu,” tegas Prabowo Subianto.

Perlunya penanganan perlintasan sebidang menjadi perhatian utama pemerintah dan KAI. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan di masa depan. Dengan menutup perlintasan yang tidak memenuhi standar, serta meningkatkan sistem keselamatan di titik-titik rawan, diharapkan keselamatan penumpang dan masyarakat sekitar dapat terjaga lebih baik. KAI dan pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini dalam waktu dekat, menandai langkah penting dalam upaya memperkuat infrastruktur kereta api di Indonesia.

PT KAI Perseroperlintasan sebidangkeselamatan keretaflyoverpalang pintuPrabowo Subiantoanggaran Rp 4 triliunStasiun Bekasi

Komentar

Memuat komentar...