Kanopi FEB UI Luncurkan Penelitian Besar: Dampak KEK Mandalika

Rini S. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 68 dibaca
Bisik.id
Kanopi FEB UI Luncurkan Penelitian Besar: Dampak KEK Mandalika

Gambar atau konten salah?

Kanopi FEB UI kembali meluncurkan program riset lapangan tahunan yang dinamakan Penelitian Besar (Pensar). Program ini bertujuan menghasilkan temuan empiris yang relevan dan kontekstual terhadap isu pembangunan daerah, khususnya di wilayah di luar Jabodetabek. Dengan menggabungkan pendekatan penelitian dan aksi nyata, Penelitian Besar menyoroti dinamika sosial‑ekonomi berbasis data primer.

Acara Penelitian Besar 2026 digelar pada 12–13 Januari 2026 di Kabupaten Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Fokusnya adalah mendukung pengembangan sektor pariwisata dan keberlanjutan lingkungan di kawasan tersebut. Tema yang diangkat adalah “Between Promises and Reality: Unveiling Socioeconomic Dynamics of Local Communities in the Development of the Mandalika Special Economic Zone”. Penelitian ini menilai dampak pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika terhadap enam modal penghidupan di tingkat rumah tangga.

Metode yang dipakai menitikberatkan pada pengalaman langsung masyarakat. Dengan cara ini, peneliti berusaha menangkap kesenjangan antara narasi pembangunan dan realitas sosial‑ekonomi yang dirasakan warga lokal. Penelitian dilaksanakan di dua desa: Desa Kuta sebagai desa perlakuan (treatment) dan Desa Selong Belanak sebagai desa pembanding (control). Data dikumpulkan di Desa Kuta pada hari pertama, tempat yang secara langsung berada dalam kawasan KEK Mandalika, dan di Desa Selong Belanak pada hari kedua, desa yang memiliki karakteristik awal serupa namun berada di luar batas legal KEK Mandalika.

Pengumpulan data berlangsung secara bertahap di kedua lokasi. Sebanyak 180 responden terlibat dalam penelitian ini untuk menggali pandangan masyarakat mengenai dinamika enam modal penghidupan sebelum dan sesudah pembangunan kawasan. Para responden menyampaikan pengalaman serta persepsi mereka terkait dampak yang muncul dari pengembangan KEK Mandalika. Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi masyarakat, tim peneliti memberikan bingkisan kebutuhan pokok kepada responden.

Penelitian ditutup dengan wawancara mendalam bersama tokoh masyarakat di kedua desa, serta diskusi dengan Bupati Lombok Tengah guna memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai dinamika, tantangan, dan arah pengembangan KEK Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari Kanopi Empower 2026, aksi Corporate Social Responsibility (CSR) oleh KANOPI FEB UI yang fokus utama pada edukasi dan konservasi lingkungan laut.

Dalam pelaksanaannya, Kanopi Empower 2026 menggandeng Indonesia Biru Foundation sebagai CSR Partner untuk mendukung berbagai program konservasi yang berdampak positif dan berkelanjutan. Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga ekosistem laut. Agenda diawali dengan sesi Shark Education yang berlangsung di Pasar Tanjung Luar. Peserta diperkenalkan pada berbagai jenis hiu, karakteristiknya, serta peran krusialnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Edukasi ini menjadi langkah awal untuk meluruskan persepsi keliru yang masih berkembang di masyarakat mengenai hiu.

Selanjutnya, kegiatan berlanjut ke Shark Conservation Workshop di SDN 3 Tanjung Luar. Program ini menyasar siswa sekolah dasar dengan pendekatan interaktif dan edukatif. Selain mendapatkan materi tentang pentingnya perlindungan hiu dan ekosistem laut, para siswa juga terlibat dalam aktivitas kreatif paper mache bertema hiu. Pendekatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman konservasi melalui metode belajar yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Hari kedua Kanopi Empower 2026 berfokus pada aksi konservasi lingkungan laut melalui kegiatan Coral Transplantation yang dilaksanakan di Kecinan Bay, Lombok, bekerja sama dengan Indonesia Biru Foundation. Kegiatan ini melibatkan peserta secara langsung dalam upaya rehabilitasi terumbu karang sebagai bagian dari pelestarian ekosistem laut dan keanekaragaman hayati pesisir. Peserta terlebih dahulu dibekali pemahaman mengenai peran vital terumbu karang bagi ekosistem laut, berbagai ancaman yang dihadapi, serta teknik transplantasi yang bertanggung jawab. Setelah itu, mereka terjun langsung melakukan proses transplantasi dengan mengikat fragmen karang pada media tanam sebelum ditempatkan di area konservasi. Aktivitas ini menjadi bentuk kontribusi konkret dalam mendukung pemulihan ekosistem laut dan menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati pesisir.

Melalui rangkaian Penelitian Besar × Kanopi Empower 2026, KANOPI FEB UI menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian lingkungan. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi keberlanjutan sektor pariwisata dan ekosistem laut di Lombok, serta meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan sebagai aset masa depan.

Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, memberikan penghargaan atas partisipasi, dan menanamkan nilai konservasi melalui edukasi, kedua program ini mencerminkan pendekatan holistik yang menggabungkan penelitian, aksi sosial, dan pelestarian lingkungan. Hasil yang diharapkan tidak hanya berupa data empiris, tetapi juga perubahan perilaku dan peningkatan kapasitas lokal dalam menghadapi tantangan pembangunan dan pelestarian alam.

Penelitian BesarKanopi Empower 2026Kawasan Ekonomi Khusus MandalikaEkosistem LautKonservasi HiuTransplantasi KarangIndonesia Biru FoundationPariwisata Lombok

Komentar

Memuat komentar...