Kemacetan Panjang di Pelabuhan Gilimanuk Jelang Hari Raya Nyepi

Dedi S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 31 dibaca
Bisik.id
Kemacetan Panjang di Pelabuhan Gilimanuk Jelang Hari Raya Nyepi

Gambar atau konten salah?

Jakarta - Terjadi kemacetan panjang di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Antrean kapal ke pelabuhan ini mengular, terutama menjelang penutupan pelabuhan untuk Hari Raya Nyepi. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, menjelaskan bahwa kemacetan ini disebabkan oleh tingginya volume penumpang dan kendaraan yang tidak dapat ditampung oleh pelabuhan.

Dia mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan terjadi karena libur Lebaran yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi. Banyak masyarakat yang ingin keluar dari Bali berangkat lebih awal sebelum pelabuhan ditutup. "Ini berdekatan dengan liburan Nyepi dan Lebaran. Ada peningkatan volume dari Gilimanuk menuju Jawa," kata Aan pada Senin, 16 Maret 2026.

Selama tiga hari terakhir, jumlah masyarakat yang ingin menyeberang ke Bali dari arah Denpasar dan Buleleng terus meningkat. Kebanyakan mereka datang ke pelabuhan setelah adzan maghrib hingga menjelang dini hari. Data menunjukkan pada H-6 Lebaran, total penumpang mencapai 80.416 orang, meningkat 33,8% dibandingkan tahun lalu yang hanya 60.099 orang. Banyak truk besar yang juga beroperasi, menambah kemacetan di jalan.

Dari sisi infrastruktur, Aan menyoroti bahwa kapasitas lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk tidak sebanding dengan Merak-Bakauheni. Hanya ada 8 dermaga di kedua sisi, dan jumlah kapal besar yang tersedia pun terbatas. "Di sini ada 8 dermaga dan kapal yang berkapasitas lebih dari 2.000 GT hanya ada 8-9 unit. Kapasitas angkut memang sedikit," ujarnya.

Pulau Bali hanya memiliki satu pelabuhan penyeberangan utama, yaitu Pelabuhan Gilimanuk, sehingga seluruh arus lalu lintas terpusat di sana. Berbeda dengan Pelabuhan Merak dan Bakauheni yang memiliki banyak pelabuhan lain untuk membagi beban lalu lintas.

Ketua Umum DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap), Khoiri Soetomo, menambahkan bahwa kemacetan ini menunjukkan bahwa sistem kedatangan kendaraan ke pelabuhan belum teratur. Dia menyatakan bahwa masalah utama bukan hanya lonjakan kendaraan, tetapi juga kurangnya pengaturan dalam sistem kedatangan.

Dia menjelaskan bahwa transportasi penyeberangan saat ini memungkinkan kendaraan datang langsung ke pelabuhan meski tanpa tiket atau kode booking. Hal ini mengakibatkan banyak kendaraan datang bersamaan tanpa pengaturan waktu yang jelas, sehingga pelabuhan tidak dapat mengendalikan arus kendaraan.

Meski infrastruktur jalan semakin baik, termasuk adanya jalan tol, peningkatan kapasitas dermaga belum seimbang. Kapasitas dermaga yang rendah menciptakan bottleneck, menyebabkan antrean panjang yang tidak dapat dihindari. "Jalan tol mempercepat kendaraan ke pelabuhan, tetapi kapasitas dermaga tidak bertambah. Ketika dermaga menjadi sempit, antrean kendaraan tidak terhindarkan," ungkap Khoiri.

Dia menekankan bahwa kondisi ini perlu menjadi perhatian agar tidak terulang setiap tahun. Diperlukan langkah-langkah sistemik dalam perbaikan transportasi penyeberangan, seperti penambahan kapasitas dermaga, penataan kedatangan kendaraan, penerapan kewajiban tiket sebelum menuju pelabuhan, serta penyediaan area penyangga sebelum memasuki pelabuhan. Integrasi antara pembangunan infrastruktur jalan dan pengembangan kapasitas pelabuhan juga penting agar sistem transportasi dapat berjalan lebih efisien.

kemacetanPelabuhan GilimanukHari Raya Nyepilibur lebaranvolume penumpanginfrastrukturdermagatransportasi penyeberangan

Komentar

Memuat komentar...