KemdiktaSaintek Buka Pendaftaran Diaspora Berdampak
Gambar atau konten salah?
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi mengumumkan pendaftaran program Diaspora Berdampak yang memfokuskan pada kolaborasi antara peneliti diaspora dengan dosen dan peneliti di Indonesia.
Program ini tersedia dengan kuota 100 diaspora dan pendaftaran berlangsung mulai 23 April 2026 pukul 16.00 WIB hingga 30 September 2026 pukul 23.32 WIB. Tujuannya adalah memperkuat kapasitas riset kampus melalui kerja sama dengan peneliti diaspora Indonesia yang berkarir di luar negeri.
Para penerima hibah akan menerima beberapa fasilitas penting, antara lain:
- Hibah maksimal Rp 70 juta yang diajukan melalui mitra dosen di perguruan tinggi host.
- Akses ke jaringan riset nasional dan peluang kolaborasi jangka panjang.
- Kesempatan mengembangkan riset berdampak dengan konteks Indonesia.
- Peningkatan rekam jejak kolaborasi internasional.
- Dukungan mobilitas dan fasilitasi program.
Berikut syarat bagi pengusul dan diaspora:
- Pengusul harus dosen aktif di bawah KemdiktaSaintek yang telah disetujui kampus, kampus tidak dalam status sanksi administratif, dan dapat mendaftarkan lebih dari satu usulan.
- Diaspora harus warga negara Indonesia yang berdomisili atau berkarir di luar negeri, terafiliasi dengan perguruan tinggi, lembaga riset, atau industri global, dengan bukti rekam jejak riset dan inovasi. Diaspora harus memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun di luar negeri dan bersedia mengunjungi host institution sesuai persetujuan perusahaan atau unit terkait.
- Untuk diaspora yang berasal dari perguruan tinggi: harus dosen tetap, memiliki publikasi di jurnal bereputasi dalam lima tahun terakhir, pengalaman supervisi mahasiswa pascasarjana, dan kontribusi teknologi atau paten. Keunggulan tambahan diperoleh jika memiliki bukti kerja sama sebelumnya dengan pengusul.
- Untuk diaspora dari industri: diutamakan bekerja di R&D atau pengembangan produk, memiliki portofolio proyek R&D, dan komitmen kolaborasi yang dibuktikan dengan Letter of Intent. Perusahaan yang memiliki divisi R&D di Indonesia menjadi nilai tambah.
Program ini akan mendukung minimal empat kegiatan, di antaranya:
- Kuliah umum, diskusi roadmap penelitian, dan penyusunan proposal penelitian internasional.
- Kolokium riset, kunjungan ke fasilitas riset, dan penyusunan paper sprint.
- Workshop manajemen riset dan kolaborasi internasional, serta klinik mentoring peneliti muda dan mahasiswa pascasarjana.
- Workshop komersialisasi produk riset, khusus bagi diaspora industri yang wajib memilih salah satu: workshop use‑case brief, penilaian kesiapan teknologi (TRL/IRL), mentoring spinoff readiness, atau data access and governance sprint.
Program ini dirancang untuk memperkuat jaringan riset nasional, memfasilitasi kolaborasi internasional, dan menghasilkan riset yang relevan serta aplikatif bagi Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
UB SNBT 2026: 5.842 Lolos dari 82.613 Pilihan, Ketat
Helm Cerdas ITB Tuntun Pendeteksi Kelelahan Motor
Strip Tes Minyak Babi: Alat Praktis Deteksi Halal Rutin
Alumni Teknik ITB 2025: Penghasilan Rp 10 Miliar Tertinggi
Kampus Bisa Punya SPPG: Solusi Gizi Nasional, Tak Wajib!
Komisi X Fokus Kesejahteraan Dosen PTS, Dukung Anggaran
Berita Terbaru
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Operasi Patuh 2026: 14 Hari Tepatkan Lalu Lintas Nasional
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
