Kementerian ESDM CNG di Jakarta Bandung Semarang Surabaya
Gambar atau konten salah?
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan proyek percontohan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) pada tabung 3 kilogram (kg) yang akan dimulai tahun ini. Proyek ini akan digelar di empat kota besar, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa pilot ini dilaksanakan sesuai arahan Menteri. “Kita saat ini sesuai arahan Pak Menteri, agar kita melakukan piloting dulu di kota-kota besar. Untuk piloting ini, kita targetnya yang penting kota-kota ini bisa kita mulai dulu di kota-kota besar di Pulau Jawa, Bandung, Jakarta, Semarang, Surabaya, seperti itu,” ujarnya di ICE BSD pada Rabu, 20 Mei 2026.
Untuk menjalankan proyek tersebut, pemerintah akan memesan atau first order tabung CNG dari China dalam tiga bulan ke depan. Totalnya minimal 100 ribuan tabung. Pengadaan tabung ini akan dilakukan oleh badan usaha, bukan pemerintah. Saat ini pihaknya tengah mematangkan proses pengadaan tersebut.
Setelah proses pengadaan selesai, pemerintah akan melakukan uji tabung CNG, termasuk pengujian pada aspek keselamatan. “Once aspek safety‑nya sudah kita peroleh, sudah aman, sudah bisa kita kendalikan, kita sudah bisa menerbitkan SNI, baru kita lakukan pilotnya,” jelas Laode.
Laode juga menyampaikan bahwa masyarakat nantinya tidak perlu membeli tabung CNG. Dalam skema yang sedang disiapkan, tabung akan menjadi milik badan usaha pemasok gas dan dipinjamkan kepada pelanggan, mirip pola distribusi LPG saat ini. “Skemanya, itu masyarakat tidak beli tabung. Tabung milik supplier (badan usaha) gasnya. Skema yang sedang dibuat sekarang, masyarakat tidak diharuskan beli tabung. Kalau alokasi, kita mengikuti polanya LPG. Satu rumah tangga ada batasan tabung,” tambahnya.
Proyek percontohan ini bertujuan menguji keamanan, distribusi, dan kebijakan batasan penggunaan CNG sebelum diperluas ke wilayah lain. Dengan demikian, pilot ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan alternatif bahan bakar yang lebih bersih di kota-kota besar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pajak 0% 50 Tahun untuk Investor PFII
Indonesia Kejar Rp 51.000 Triliun Dana Family Office Global
PFII Ditarget Beroperasi Tahun Ini, PP Masih Digodok
Pemerintah: Belum Ada Rencana Revisi Anggaran Pertahanan
Anggaran MBG Dipangkas, BGN Klaim Tak Lagi Rp 268 T
PHK Naik 32.389, Menkeu: Itu Siklus Wajar
