Kerja Sama Energi Baru, KEK Industropolis Batang Siap Beroperasi 24 Jam

Putri N. · 2 min baca · 4 bulan lalu · 54 dibaca
Bisik.id
Kerja Sama Energi Baru, KEK Industropolis Batang Siap Beroperasi 24 Jam

Gambar atau konten salah?

PT Kawasan Industri Terpadu Batang, yang mengelola KEK Industropolis Batang, telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Jateng Petro Energi (Perseroda) (JPEN). Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan dan kualitas pasokan listrik serta mengembangkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di kawasan industri yang strategis ini.

MoU ini merupakan langkah nyata untuk memastikan pasokan listrik 24 jam tanpa gangguan bagi para tenant industri. Hal ini juga bertujuan untuk memperkuat transformasi kawasan menuju ekosistem industri yang berbasis energi terbarukan dan bersaing di tingkat nasional serta global. A.A. Putu Ngurah Wirawan, Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang, menekankan bahwa penguatan sektor energi adalah kunci untuk membangun kawasan industri yang modern dan berkelanjutan.

Dia menjelaskan, “Kawasan industri tidak dapat hanya mengandalkan penyewaan lahan. Kami membangun ekosistem bisnis jangka panjang melalui pengelolaan utilitas seperti listrik, gas, dan pengolahan limbah sebagai sumber pendapatan yang berulang.” Kehadiran JPEN dianggap dapat melengkapi infrastruktur energi yang andal bagi investor di KEK Industropolis Batang.

Penguatan sektor energi ini adalah bagian dari strategi kawasan untuk memberikan kepastian operasional, efisiensi biaya jangka panjang, dan standar industri yang berkelanjutan bagi investor. Dwi Budi Sulistiyana, Direktur Utama JPEN, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan sinergi strategis antara BUMD energi dan kawasan industri nasional. JPEN berencana untuk menyiapkan blueprint pengembangan energi terintegrasi, yang mencakup penyediaan listrik 24 jam yang andal.

Ke depan, JPEN juga merencanakan investasi EBT hingga 180 MW, yang berasal dari sumber energi terbarukan seperti panel surya, tenaga angin, dan energi gelombang laut. Dwi Budi menambahkan bahwa diversifikasi sumber energi terbarukan ini akan memperkuat stabilitas sistem kelistrikan kawasan dan meningkatkan daya saing industri Jawa Tengah.

Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Tengah, menegaskan bahwa KEK Industropolis Batang adalah etalase investasi Provinsi Jawa Tengah dan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). “Kawasan ini harus memiliki daya saing baik di tingkat nasional maupun global. Investor saat ini mencari kepastian pasokan dan energi terbarukan,” ujarnya. Jawa Tengah menargetkan bauran energi terbarukan sebesar 22 persen, dan kawasan industri harus menjadi pelopor dalam implementasinya.

Gubernur menekankan bahwa MoU ini perlu segera ditindaklanjuti agar KEK Industropolis Batang dapat menjadi ikon kawasan industri yang berbasis ekonomi hijau di Jawa Tengah dan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kawasan industri lainnya.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini juga dihadiri oleh para pejabat terkait.

KEK Industropolis Batangenergi terbarukanNota Kesepahamaninvestasikawasan industripasokan listrikkolaborasiJawa Tengah

Komentar

Memuat komentar...