Kolaborasi Pertamina dan Rutan Kebumen Kembangkan UMKM Berkelanjutan

Wati N. · 2 min baca · 4 bulan lalu · 52 dibaca
Bisik.id
Kolaborasi Pertamina dan Rutan Kebumen Kembangkan UMKM Berkelanjutan

Gambar atau konten salah?

PT Pertamina (Persero) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Program Pertapreneur Aggregator (PAG). Salah satu inisiatif yang sedang berlangsung adalah kerja sama antara UMKM binaan Pertamina, PT Agrominafiber Java Indonesia, dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kebumen.

Kerja sama ini berfokus pada pengolahan limbah pelepah pisang menjadi serat alami yang ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomi. Direktur PT Agrominafiber Java Indonesia, Novita, menyatakan bahwa pelepah pisang memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri. "Serat pelepah pisang memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku industri kerajinan dan material berkelanjutan yang menarik bagi pasar ekspor. Kami ingin warga binaan terlibat langsung dalam rantai produksi yang nyata dan berharga," ungkap Novita.

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan awal, Agrominafiber telah mengirimkan sekitar satu ton bahan baku ke Rutan Kebumen dalam waktu satu minggu. Rencananya, sekitar 30% dari kebutuhan bahan baku perusahaan yang mencapai 15 ton akan dipasok dari hasil produksi warga binaan.

Program ini dikunjungi langsung oleh Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina pada tanggal 26 Januari 2023. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa program berjalan sesuai standar, berkelanjutan, dan memberikan manfaat jangka panjang baik dari sisi bisnis maupun sosial.

Kepala Rutan Kelas IIB Kebumen, Pramu Sapta, menyampaikan bahwa respons awal terhadap kerja sama ini cukup positif. "Alhamdulillah, meskipun belum genap satu bulan, laporan dari tim menunjukkan perkembangan yang baik. Mitra usaha juga melihat prospek yang menjanjikan, baik dari segi bisnis maupun dampak sosial," ujarnya.

Pramu juga menekankan bahwa keterlibatan Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina memperkuat arah program agar tidak berhenti pada pelatihan saja. "Kami berharap program ini bisa menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan, tidak hanya selama masa pidana, tetapi juga bermanfaat saat mereka kembali ke masyarakat," tambahnya.

Dari pelatihan awal, warga binaan telah dapat memproduksi serat pelepah pisang dengan kualitas yang semakin baik. Target produksi ditetapkan sekitar 3 ton per bulan. Saat ini, sekitar 60% produk telah memenuhi standar kualitas perusahaan, sementara sisanya masih dalam tahap perbaikan teknik.

Selama proses pendampingan, tim Agrominafiber memberikan bimbingan langsung mengenai teknik produksi, peningkatan kerapian produk, dan pengelolaan bahan baku dengan prinsip zero waste. Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina, Bima, menilai kolaborasi antara Agrominafiber dan Rutan Kebumen sebagai langkah strategis untuk menjaga kesinambungan pasokan bahan baku. "Kolaborasi ini sangat potensial. Selain memperkuat pasokan bahan baku, hasilnya juga bisa terlihat relatif cepat. Fokus pendampingan ke depan adalah pada kualitas dan ketepatan waktu produksi," jelas Bima.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menambahkan bahwa program ini merupakan hasil sinergi antara Rutan Kebumen dan PT Agrominafiber Java Indonesia dalam Program Pertapreneur Aggregator. "Dengan pendampingan intensif selama enam bulan ke depan, Pertamina berharap model kolaborasi ini dapat menjadi contoh pengembangan UMKM berbasis agregasi yang bukan hanya berdaya saing secara bisnis, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan," jelas Baron.

Inisiatif ini menunjukkan upaya nyata dalam memberdayakan warga binaan dan menciptakan peluang ekonomi baru. Program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga pada integrasi sosial yang luas, dengan harapan menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat.

PertaminaUMKMkolaborasiserat alamibahan bakuRutan Kebumenpengembangandampak sosial

Komentar

Memuat komentar...