Komisaris Pertamina di Papua Barat Daya: BBM & LPG Aman

Arif S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 79 dibaca
Bisik.id
Komisaris Pertamina di Papua Barat Daya: BBM & LPG Aman

Gambar atau konten salah?

Komisaris PT Pertamina (Persero), Nanik S. Deyang dan Hasan Nasbi melakukan kunjungan kerja ke Papua Barat Daya pada Kamis 23 April 2026. Tujuannya memeriksa ketersediaan dan distribusi energi, khususnya BBM dan LPG, di wilayah Kota Sorong.

Peninjauan dimulai di SPBU COCO 81 984 01 di Jalan Ahmad Yani, Kota Sorong. Hasan melaporkan bahwa pelayanan di SPBU tersebut berjalan baik. Ia menambahkan bahwa tidak ada antrean dan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki oleh Patra Niaga, seperti pembatas toilet, perbaikan tangki pendam, serta beberapa SOP lainnya. “Secara umum sudah berjalan dengan baik, tidak ada antrean dan penyaluran BBM subsidi juga tepat sasaran. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki oleh Patra Niaga, seperti pembatas toilet, perbaikan tangki pendam, serta beberapa SOP lainnya,” ujar Hasan dalam keterangan tertulis.

Setelah itu, rombongan mengunjungi agen LPG non‑subsidi PT Wilis Trijaya Mandiri. Dari hasil pemantauan, pasokan LPG di agen tersebut dinilai aman tanpa adanya kelangkaan. Hasan memastikan secara keseluruhan ketersediaan BBM dan LPG di Papua Barat Daya tetap terjaga. “Di agen ini tidak ada kelangkaan, suplai tersedia bahkan hingga 15 hari ke depan, dan sebelum habis sudah ada pasokan baru yang datang. Insyaallah pasokan energi di wilayah ini bisa terus terpenuhi dan terjaga oleh Pertamina Patra Niaga,” kata Hasan.

Sementara itu, Nanik menyoroti kondisi masyarakat yang tetap tenang dan kondusif di tengah kenaikan harga BBM dan LPG. Ia mengapresiasi upaya pemerintah dan Pertamina dalam menjaga harga agar tetap stabil. “Masyarakat sangat tenang, tidak ada gejolak. Program BBM satu harga ini luar biasa, apalagi di wilayah timur seperti Papua. BBM Satu Harga saja ini sudah kerja keras, pada saat kenaikan BBM di negara lain, Indonesia masih bertahan. Pertamina benar-benar menjalankan fungsi sebagai agent of development, saya senang Pertamina memberikan ketenangan dan rasa aman bagi masyarakat,” kata Nanik.

Selain itu, Nanik mengungkapkan tingkat ketahanan stok BBM di Sorong bahkan lebih tinggi dibandingkan wilayah Jawa. Dengan kondisi pasokan yang aman serta distribusi yang terkendali, Pertamina optimistis kebutuhan energi masyarakat di Papua Barat Daya dapat terus terpenuhi dengan baik. “Di Jawa stok sekitar 10 hari, sementara di Sorong bisa mencapai 20 hari. Ini memberikan rasa aman bagi masyarakat, semoga bukan hanya di Sorong saja. Tapi di seluruh wilayah Papua juga aman stoknya,” tutup Nanik.

Secara keseluruhan, kunjungan ini menegaskan komitmen PT Pertamina dalam memastikan pasokan energi tetap stabil di wilayah Papua Barat Daya. Dengan stok BBM dan LPG yang aman serta distribusi yang terkontrol, masyarakat dapat menikmati ketenangan dan rasa aman dalam memenuhi kebutuhan energi sehari‑harinya.

PertaminaPapua Barat DayaBBMLPGPatra NiagaPasokan energiHarga BBMStok BBM

Komentar

Memuat komentar...