Kondom Bocor di Sungai Bandung: KPA Tegaskan Cara Benar Buang

Putri N. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 83 dibaca
Bisik.id
Kondom Bocor di Sungai Bandung: KPA Tegaskan Cara Benar Buang

Gambar atau konten salah?

Di Kota Bandung, aksi bersih‑bersih yang dilakukan oleh aktivis lingkungan Pandawara Group menarik perhatian publik ketika mereka menemukan limbah kondom di aliran sungai. Temuan ini membuat warga khawatir, karena kondom yang terbuang sembarangan dapat menimbulkan risiko kesehatan, termasuk potensi penularan HIV/AIDS.

Menurut Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung Maya Verasandi, kondom merupakan alat kontrasepsi kesehatan. Ia menegaskan bahwa kondom dapat dibuang bersama sampah anorganik lainnya, asalkan dibersihkan terlebih dahulu. “Kondom bisa dibuang bersama sampah anorganik lainnya, asalkan dibersihkan terlebih dahulu,” ujarnya. Maya menambahkan bahwa penanganan limbah kondom berbeda dengan limbah jarum suntik. “Kalau jarum suntik jelas itu limbahnya harus dikembalikan lagi, bagi pengguna narkoba suntiknya jelas ya harus dikembalikan lagi kepada puskesmas,” kata Maya saat dijumpai di kantor KPA Kota Bandung.

Ia menjelaskan bahwa karena penggunaan kondom bersifat tidak terprediksi, satu petugas dapat menjangkau ratusan orang. “Kita satu orang petugas itu bisa menjangkau sampai beberapa ratus orang dan tidak selalu laporan hari ini dipakai atau hari ini, palingan tiap tiga bulan pasti ketemu untuk menjangkau tadi,” tambahnya. Maya mengungkapkan, untuk membersihkan kondom yang sudah digunakan, masyarakat dapat menggunakan air bersih. Ia menekankan pentingnya edukasi: “Itu harusnya kita edukasikan, si kondom itu memang harus dicuci dulu, dibersihkan dulu, dibalut pakai tisu dan dimasukkan lagi ke plastik, dibalut lagi pakai tisu, masuk lagi ke sampah yang an organik gitu ya.”

Ketika ditanya apakah hal tersebut selalu diingatkan dalam sosialisasi, Maya menegaskan bahwa pihaknya selalu melakukan hal tersebut. Namun, pelaksanaannya kembali kepada individu masing-masing. Jika masih banyak warga yang membuang kondom sembarangan ke aliran sungai, Maya menyatakan akan melakukan evaluasi. “Kita selalu memberikan edukasinya seperti itu. Tapi pada pelaksanaannya memang harus berbagai macam evaluasi juga sih untuk kita lakukan gitu,” tambahnya.

Dr. Agung Firmansyah Sumantri, Ketua Panel Ahli KPA Kota Bandung, menegaskan bahwa kondom bekas tidak dapat menularkan virus HIV/AIDS. Ia menjelaskan bahwa virus hanya menular melalui cairan tubuh atau lendir, dan tidak melalui sentuhan kulit biasa. “Jadi kalau secara, kalau kita meraba saja, megang itu tidak akan, tapi kalau misalkan ada luka misalkan gitu ya, itu mungkin bisa masuk ke dalam si pori‑porinya. Tapi kalau memang hanya megang saja sih tidak ada apa‑apa,” tuturnya. Ia menambahkan, “Jadi kita kayak bersalaman gitu ya, satu alat makan pun masih tidak menjadi masalah. Karena virusnya mati di udara terbuka.”

Meski tidak menularkan virus, Dr. Agung menekankan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi petugas kebersihan saat menangani sampah. “Tidak menularkan. Tapi untuk APD mah harus tetap aja digunakan,” pungkasnya.

Keputusan KPA untuk terus mendidik masyarakat tentang cara pembuangan kondom yang benar, sekaligus meninjau kembali metode evaluasi, menunjukkan upaya berkelanjutan dalam meminimalkan risiko kesehatan di lingkungan perkotaan. Dengan memahami perbedaan limbah kondom dan jarum suntik, serta pentingnya kebersihan dan penggunaan APD, masyarakat dapat berpartisipasi lebih aktif dalam menjaga kebersihan sungai dan mencegah penyebaran penyakit menular.

Bandunglimbah kondomHIV/AIDSedukasi pembuangan kondomAPDPandawara GroupKPA

Komentar

Memuat komentar...