Latte Beragam Varian: Dari Klasik ke Herbal dan Susu Nabati

Tika M. · 3 min baca · 5 hari lalu · 55 dibaca
Bisik.id
Latte Beragam Varian: Dari Klasik ke Herbal dan Susu Nabati

Gambar atau konten salah?

Latte adalah salah satu minuman kopi yang paling sering ditemui di kafe. Minuman ini dibuat dengan mencampurkan espresso dan susu steam, menghasilkan tekstur lembut dan rasa seimbang. Kata “latte” sendiri berasal dari bahasa Italia yang berarti “susu”. Di banyak kedai kopi, istilah lengkapnya adalah caffe latte, yang berarti kopi dengan susu.

Racikan standar latte biasanya dimulai dengan satu atau dua shot espresso. Setelah itu, susu steam ditambahkan hingga mencapai rasio 1:3 atau 1:4 antara kopi dan susu. Rasio ini membuat latte lebih creamy dibandingkan cappuccino. Walaupun versi tradisional disajikan panas, latte juga dapat dibuat dingin atau di-blender menjadi frapuccino. Bahan dasarnya tetap sama, hanya penyajiannya yang berbeda.

Berbagai variasi latte telah berkembang, jauh melampaui versi klasik yang biasanya terlihat di kafe. Berikut ini beberapa jenis latte populer yang mungkin belum banyak diketahui, dilansir dari cafely.com (26 September 2025).

1. Latte klasik berbasis espresso
Latte klasik memadukan espresso dengan susu steam. Rasanya tergantung pada rasio kopi dan susu serta apakah disajikan panas atau dingin. Caffe latte standar terdiri dari satu shot espresso dan banyak susu steam, sehingga ada lapisan busa tipis di atasnya. Varian iced latte mengalirkan espresso dan susu steam di atas es, memberikan sensasi menyegarkan. Doppio latte menggunakan dua shot espresso, sehingga rasanya lebih kuat dan pekat. Sedangkan spanish latte menambahkan susu kental manis, menghasilkan rasa creamy, manis, dan kaya.

2. Flavoured latte
Flavoured latte menambahkan berbagai sirup atau saus ke dalam dasar espresso dan susu steam. Vanilla latte terkenal dengan rasa manis dan aroma vanilla lembut. Caramel latte menawarkan rasa kaya dan lembut. Untuk varian unik, banyak kafe menyajikan pumpkin spice latte pada musim tertentu, dengan tambahan rempah kayu manis, cengkeh, dan sirup labu. Honey Lavender Latte menggabungkan aroma lavender dengan rasa manis madu.

3. Latte berbasis teh
Latte berbasis teh tidak menggunakan espresso. Sebagai gantinya, teh atau bubuk teh menjadi dasar, yang kemudian dicampur dengan susu. Minuman ini cocok bagi yang tidak dapat minum kopi atau memilih kafein yang lebih moderat. Matcha latte dibuat dengan bubuk matcha dan dikocok dengan susu steam, menghasilkan rasa sedikit pahit dan manis. Chai latte biasanya memadukan teh dengan rempah kayu manis, kapulaga, jahe, dan cengkeh, ditambah susu.

4. Latte herbal
Latte herbal, atau latte fungsional, berfokus pada bahan alami yang menawarkan manfaat kesehatan. Latte kunyit mencampurkan kunyit, jahe, lada hitam, dan susu steam, memiliki sifat anti-inflamasi dengan rasa alami dan hangat. Latte buah bit menggabungkan bubuk bit dan kadang kakao, memberikan rasa manis alami dan antioksidan. Mushroom latte menggunakan jamur seperti reishi, chaga, atau lion's mane, dikenal dapat menenangkan tubuh atau meningkatkan fokus.

5. Latte dengan alternatif susu lain
Latte tidak harus menggunakan susu dari produk dairy. Banyak kafe mengganti susu steam dengan susu almond, oat, atau kelapa. Latte susu almond menghasilkan minuman sedikit beraroma kacang dengan tekstur encer. Latte susu oat populer karena teksturnya lembut dan creamy. Latte susu kelapa manis dengan sentuhan rasa kelapa gurih kuat, biasanya disajikan dengan es batu. Semua jenis latte sebelumnya dapat dibuat dengan alternatif susu ini, meski rasa dan teksturnya sedikit berubah.

Setiap varian latte menawarkan pengalaman rasa yang berbeda, dari klasik hingga inovatif. Pilihan bahan dan cara penyajian memberi fleksibilitas bagi pelanggan untuk menyesuaikan minuman sesuai selera dan kebutuhan kesehatan. Dengan begitu banyak variasi, latte tetap menjadi pilihan utama bagi pecinta kopi dan teh di seluruh dunia.

LatteEspressoSusu SteamFlavoured LatteMatcha LatteHerbal LatteSusu Almond

Komentar

Memuat komentar...