Luhut Rekomendasikan Stimulus Jika Minyak $100 Barel ke APBN

Nita W. · 1 min baca · 13 hari lalu · 49 dibaca
Bisik.id
Luhut Rekomendasikan Stimulus Jika Minyak $100 Barel ke APBN

Gambar atau konten salah?

Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, mengumumkan bahwa ia telah membuat simulasi dampak harga minyak jika mencapai US$ 100 per barel. Simulasi tersebut sudah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto, lengkap dengan rekomendasi kebijakan.

Dalam pernyataannya, Luhut menegaskan bahwa ia terus memantau perkembangan harga minyak mentah dunia. Hal ini penting karena asumsi dasar harga minyak mentah di Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dipatok pada US$ 70 per barel. Ia menyatakan, “Kami membuat model simulasi secara cermat jika harga minyak menyentuh US$ 100 dolar per barel. Kajian ini sudah disampaikan ke Presiden,” dikutip dari akun Instagram @luhut.pandjaitan, Kamis (21 Mei 2026).

Selain itu, Luhut menambahkan bahwa kenaikan harga minyak dapat memicu lonjakan harga barang, yang berdampak pada perekonomian nasional. Ia menyarankan, “Jadi kita juga harus menyiapkan stimulus untuk mempertahankan ekonomi kami. Karena kami memahami dampak harga minyak pada ekonomi kami, pada barang-barang. Saya pikir mulai bulan ini atau mungkin awal bulan berikutnya. Jadi kita akan melihat harga,” tambahnya.

Menurut Luhut, kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Ia mencatat pertumbuhan ekonomi masih berada di tingkat 5,61 % dan inflasi dapat dijaga pada 2,4 %. Ia menegaskan, “Ekonomi kami masih sangat kuat, dibanding dengan negara lain. Inflasi kami masih terjaga 2,4 %,” jelasnya.

Dengan simulasi dan rekomendasi ini, Luhut berharap pemerintah dapat menyiapkan langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi potensi tekanan harga minyak. Ia menekankan perlunya kesiapan stimulus ekonomi agar dampak negatif dapat diminimalkan.

Luhut Binsar PandjaitanSimulasi Harga MinyakUS$100 per barelAPBNStimulus EkonomiInflasi 2,4%Pertumbuhan 5,61%Perekonomian Nasional

Komentar

Memuat komentar...