Mahasiswa UMI Riset di Kyushu Institute Jepang

Cahyo S. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Mahasiswa UMI Riset di Kyushu Institute Jepang

Gambar atau konten salah?

Muhammad Ikram Ghifari, mahasiswa Teknik Informatika di Universitas Muslim Indonesia (UMI) angkatan 2023, kini bisa membuktikan bahwa bekerja di laboratorium riset internasional bukanlah mimpi yang mustahil. Ia berhasil merasakan langsung atmosfer akademik di Kyushu Institute of Technology (Kyutech), Jepang, melalui program pertukaran pelajar.

Bagi Ikram, program ini menjadi langkah penting dalam perjalanan studinya. Suasana riset di Jepang yang dinamis memberinya sudut pandang baru tentang dunia teknologi informasi. "Kalau tidak kuliah di UMI, saya tidak akan pernah merasakan kesempatan belajar di Jepang. UMI membuka jalan bagi saya untuk melihat dunia, belajar di kampus riset internasional, dan merasakan pengalaman yang sebelumnya hanya saya impikan," kata Ikram.

Selama di Kyutech, Ikram langsung berhadapan dengan budaya akademik yang disiplin dan berfokus pada riset. Ia memanfaatkan fasilitas kampus semaksimal mungkin untuk memperdalam studinya. "Kampusnya buka 24 jam. Mahasiswa bisa masuk ke laboratorium kapan saja menggunakan Student ID. Menjelang presentasi mingguan bersama sensei, saya bahkan sering menginap di laboratorium untuk menyelesaikan penelitian," ceritanya.

Di Kyutech, mahasiswa S1 tingkat akhir memang diarahkan untuk masuk ke laboratorium spesifik sesuai minat mereka. Ikram melihat langsung bagaimana pola bimbingan intensif dari profesor setempat mampu membentuk peta jalan karier akademik dan profesional mahasiswa secara jelas. Termasuk kuatnya hubungan kampus dengan industri lewat bursa kerja setiap akhir semester. "Saya melihat mahasiswa di Jepang sudah memiliki gambaran yang jelas tentang masa depannya. Bahkan banyak mahasiswa S1 yang sebelum lulus sudah mendaftar ke program magister dan melanjutkan penelitian bersama profesor yang sama," ujarnya.

Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menegaskan bahwa program internasionalisasi seperti pertukaran pelajar, riset bersama, hingga magang global ini memang dirancang untuk meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa di tingkat internasional. "Kami ingin mahasiswa UMI memiliki pengalaman belajar lintas negara, memperluas jejaring internasional, dan membangun kepercayaan diri sebagai generasi yang mampu bersaing di panggung dunia tanpa kehilangan identitas sebagai insan yang berilmu, berakhlak, dan berintegritas," ujar Prof. Hambali.

Pengalaman di Jepang ini tidak hanya memperkaya wawasan teknis Ikram di bidang informatika, tetapi juga membentuk mentalitas dan etos kerjanya. Ia berharap langkahnya bisa memotivasi mahasiswa lain untuk memanfaatkan jejaring global yang disediakan kampus. "Belajar di Jepang mengajarkan saya bahwa riset bukan sekadar tugas kuliah, tetapi budaya yang dibangun setiap hari. Saya berharap semakin banyak mahasiswa UMI yang berani bermimpi besar. Karena dari UMI, kita benar-benar bisa melangkah hingga ke panggung internasional," tutup Ikram.

Program pertukaran ini menunjukkan bagaimana UMI mendorong mahasiswanya untuk memiliki pengalaman belajar lintas negara. Dengan fasilitas kampus yang mendukung dan bimbingan dari profesor, mahasiswa seperti Ikram bisa mengembangkan diri dan bersaing di tingkat global tanpa kehilangan identitas mereka.

pertukaran pelajarriset internasionalUMIKyutechJepangteknik informatikabudaya akademik

Komentar

Memuat komentar...