Petani Tewas Dililit Ular Piton 6 Meter di Muna Barat

Ratna D. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Petani Tewas Dililit Ular Piton 6 Meter di Muna Barat

Gambar atau konten salah?

Seorang petani perempuan di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, meninggal dunia setelah diserang ular piton sepanjang 6 meter. Peristiwa ini terjadi pada Senin, 13 Juli 2026, sekitar pukul 17.30 Wita di kawasan hutan Desa Umba, Kecamatan Napano Kusambi.

Waode Hartia (48) sedang dalam perjalanan pulang dari kebun saat insiden itu terjadi. Ia berjalan lebih dulu, sementara suami dan anaknya berencana menyusul dengan sepeda motor. "Awalnya korban pergi berkebun bersama suami dan anaknya," ujar Kapolsek Kusambi, Iptu Rusman, dalam keterangannya pada Selasa, 14 Juli 2026.

Ketika suami dan anaknya tiba di lokasi, mereka menemukan korban sudah tergeletak di jalan setapak. Kondisinya mengerikan — lengan kanan korban masih terlilit ular piton. Bahkan, ular tersebut sedang dalam proses menelan korban. "Saat ditemukan, lengan kanan korban masih berada dalam lilitan sekaligus sedang ditelan ular piton," ungkap Rusman.

Suami korban bersama anaknya segera bertindak. Mereka membunuh ular piton itu menggunakan parang. Setelah ular mati, mereka membawa korban pulang ke rumah dengan sepeda motor. Namun, nyawa Waode Hartia sudah tidak tertolong. "Suami korban bersama anaknya langsung membunuh ular tersebut menggunakan parang, kemudian membawa korban pulang ke rumah dengan sepeda motor. Namun saat itu korban sudah meninggal dunia," jelas Rusman.

Bangkai ular piton itu kemudian dibentangkan di tanah. Warga sekitar berdatangan untuk melihat. Beberapa orang menyenteri tubuh ular, sementara yang lain mengukur panjangnya. Dalam video yang beredar, terlihat seekor ular dimasukkan ke dalam karung setelah diukur. Peristiwa ini menggegerkan warga setempat.

Polisi yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami dua luka utama: gigitan di kaki kanan dan luka di dahi sebelah kiri. "Korban mengalami luka gigitan di kaki sebelah kanan dan dahi sebelah kiri. Kami juga telah meminta keterangan saksi-saksi," kata Rusman.

Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka tidak keberatan dengan hasil pemeriksaan awal. Keluarga meyakini kematian Waode Hartia murni akibat serangan ular piton. "Keluarga korban mengikhlaskan kejadian ini dan menganggap kematian korban murni akibat digigit serta dililit ular piton," pungkas Rusman.

Peristiwa serangan ular piton terhadap manusia memang jarang terjadi, tetapi bisa berakibat fatal. Ular piton adalah hewan pembelit yang biasanya memangsa hewan berukuran kecil hingga sedang. Dalam kasus ini, ukuran ular yang mencapai 6 meter membuatnya mampu melilit dan menelan tubuh manusia dewasa. Korban diduga meninggal karena lilitan yang menghentikan pernapasan dan gigitan yang menyebabkan luka parah.

petani perempuan meninggalular pitonserangan ularMuna BaratSulawesi Tenggarakorban digigitlilitan ular

Komentar

Memuat komentar...