Malaysia Tetap Impor Minyak: Dampak Selat Hormuz Harga Naik

Arif S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
Malaysia Tetap Impor Minyak: Dampak Selat Hormuz Harga Naik

Gambar atau konten salah?

Malaysia masih harus mengimpor minyak mentah walaupun sudah memiliki produksi dalam negeri. Kementerian Keuangan mengakui situasi ini diperparah oleh konflik di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz.

Menurut data, konsumsi minyak Malaysia mencapai 700.000 barel per hari sementara produksi dalam negeri hanya 350.000 barel per hari. Pasokan minyak mentah dan bahan bakar mengalami gangguan dan keterlambatan. Harga minyak mentah telah naik hampir 40%, bersamaan dengan peningkatan biaya logistik dan asuransi, kata Kemenkeu Malaysia, dikutip dari Bernama, 18 April 2026.

Penjelasan lebih lanjut menyatakan bahwa sebagian besar minyak mentah yang digunakan di kilang masih harus diimpor karena produksi domestik tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan nasional. Hampir 40% impor melewati Selat Hormuz, jalur utama yang saat ini terpengaruh. Ketergantungan pada impor diperlukan untuk memenuhi permintaan domestik akan bensin, solar, gas minyak cair (LPG), dan bahan bakar jet, jelas Kemenkeu Malaysia.

Distribusi sumber minyak di Malaysia dapat dirinci sebagai berikut: 48% minyak mentah diproduksi di dalam negeri, 38% diimpor melalui Selat Hormuz, 7% berasal dari kawasan Asia Tenggara, Afrika Barat, dan wilayah lain, serta 7% lagi berasal dari Asia Barat dan tempat lain.

Petronas, perusahaan minyak nasional, memurnikan 48% dari pasokan produk minyak bumi, sementara 52% diproses oleh perusahaan minyak lain di negara tersebut.

Hari ini, Petronas mengkonfirmasi kedatangan kapal Ocean Thunder yang membawa satu juta barel minyak mentah dari Basrah, Irak. Kabar ini menjadi angin segar bagi Malaysia untuk menjaga stabilitas pasokan bahan bakar nasional.

Secara keseluruhan, Malaysia tetap bergantung pada impor minyak mentah meski memiliki produksi sendiri. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor geopolitik di Timur Tengah dan dinamika pasar global, yang menambah tekanan pada biaya dan logistik energi negara.

Malaysiaminyak mentahSelat Hormuzproduksi domestikimporkonflik Timur Tengahharga minyakPetronas

Komentar

Memuat komentar...