Menteri Energi: BBM Non‑Subsid Bisa Naik, Subsidi Tetap Stabil

Agus P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 54 dibaca
Bisik.id
Menteri Energi: BBM Non‑Subsid Bisa Naik, Subsidi Tetap Stabil

Gambar atau konten salah?

Senin, 30 Maret 2026, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menandai potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak dunia, yang kini tembus US$115 per barel. Ia menyampaikan hal tersebut saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Jepang.

Perubahan harga BBM biasanya terjadi pada awal bulan, dan Bahlil menegaskan bahwa penyesuaian yang mungkin terjadi pada BBM non‑subsid akan mengikuti mekanisme pasar. Ia menjelaskan bahwa kategori BBM industri, seperti bensin RON 95 dan RON 98, secara otomatis menyesuaikan harga sesuai pasar. “Gini. Di Peraturan Menteri ESDM tahun 2022 itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu non‑industri. Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri. Apa itu definisi yang industri adalah bensin RON 95, RON 98 itu kan orang‑orang yang mampu lah.” Bahlil menegaskan bahwa pengguna BBM tersebut tidak menjadi beban negara karena mampu membayar sesuai harga pasar. “Selama mereka mau jalan banyak selama ada uang untuk bayar monggo tugas negara menyiapkan, yang membayar mereka itu tidak ada tanggungan negara sama sekali,” tambahnya.

Untuk BBM subsidi, Bahlil memastikan pemerintah masih menahan harga dan belum ada keputusan kenaikan dalam waktu dekat. “Oh di dalam negeri masih stabil. Insyaallah atas arahan Bapak Presiden untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang saya pikir Bapak Presiden punya hatilah untuk memperhatikan rakyat kecil,” ungkapnya.

Ia mengajak masyarakat menunggu keputusan resmi pemerintah terkait kebijakan harga BBM ke depan. “Percayalah nanti tunggu tanggal mainnya Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara,” tutupnya.

Dengan demikian, Bahlil menegaskan bahwa hanya BBM non‑subsid yang berpotensi mengalami penyesuaian, sementara BBM subsidi tetap stabil. Keputusan akhir akan diumumkan pada tanggal yang ditetapkan oleh Presiden. Ini menunjukkan bahwa pemerintah masih menunggu arahan lebih lanjut sebelum melakukan perubahan harga.

Menteri Energi dan Sumber Daya MineralHarga BBMPrabowo SubiantoBensin RON 95/98BBM subsidiPasarKenaikan harga BBM

Komentar

Memuat komentar...