Menteri Energi: BBM Nonsubsidi Sesuai Pasar, Subsidi Tetap

Yanto K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 64 dibaca
Bisik.id
Menteri Energi: BBM Nonsubsidi Sesuai Pasar, Subsidi Tetap

Gambar atau konten salah?

Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, menjawab pertanyaan tentang dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap harga BBM nonsubsidi. Menurut Peraturan Menteri ESDM, ada dua formula harga BBM: satu untuk industri (nonsubsidi) dan satu lagi untuk nonindustri (subsidi). Harga BBM nonsubsidi mengikuti harga pasar. Jika terjadi perubahan, baik naik maupun turun, pemerintah tidak perlu mengumumkannya. Sebaliknya, kenaikan harga BBM subsidi harus diumumkan karena melibatkan suntikan uang negara.

Di sela‑sela kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Jepang, Bahlil menyampaikan: “Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri. Apa itu definisi yang industri adalah bensin RON 95, 98, itu kan orang-orang yang mampu. Selama mereka mau jalan banyak, selama ada uang untuk bayar monggo, tugas negara menyiapkan, yang membayar mereka dan tidak ada tanggungan negara sama sekali,

Perusahaan BUMN minyak dan gas Pertamina memproduksi BBM nonsubsidi berupa Pertamax (RON 92), Pertamax Turbo (RON 98), Pertamax Green (RON 95), Pertamina Dex (CN 53), dan Dexlite (CN 51). Sedangkan BBM subsidi terdiri dari Pertalite dengan harga tetap Rp 10.000 per liter dan Solar (Biosolar) Rp 6.800 per liter.

Menjelaskan fokus pemerintah, Bahlil berkata: “Yang kita fokus itu adalah menyangkut dengan subsidi. Nah tadi saya katakan bahwa subsidi tunggu tanggal mainnya insyaallah saya yakinkan bahwa Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan tentang kondisi masyarakat. Insyaallah baik nanti tunggu tanggal mainnya ya,

Pernyataan tersebut dibuat pada Senin, 30 Maret 2026 ketika Bahlil mendampingi Presiden Prabowo dalam perjalanan dinas di Jepang. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan menjaga stabilitas harga BBM subsidi dan menunggu keputusan resmi sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Secara keseluruhan, kebijakan pemerintah menempatkan BBM nonsubsidi pada mekanisme pasar bebas, sementara BBM subsidi tetap berada di bawah pengawasan ketat. Fokus utama adalah memastikan harga subsidi tidak naik, sehingga masyarakat tetap dapat mengakses bahan bakar dengan harga yang terjangkau.

BBM nonsubsidiharga pasarPrabowo SubiantoPertaminasubsidi BBMPeraturan Menteri ESDMkebijakan harga

Komentar

Memuat komentar...