Menteri ESDM: RKAB 2026 Tanpa Perubahan, Fokus Harga Stabil

Agus P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 79 dibaca
Bisik.id
Menteri ESDM: RKAB 2026 Tanpa Perubahan, Fokus Harga Stabil

Gambar atau konten salah?

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah belum mengubah kebijakan terkait Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 untuk batu bara dan nikel. RKAB 2026 bertujuan meningkatkan produksi kedua komoditas tambang unggulan Indonesia agar pendapatan negara dari pajak dan pungutan lainnya meningkat. Bahlil menekankan pentingnya mengendalikan pasokan agar harga tetap stabil di pasar. Jika pasokan berlebih, harga bisa turun, sehingga produksi tetap harus dijaga.

"Yang jelas bahwa dalam rangka pengendalian supply and demand terhadap batu bara maupun nikel sampai dengan hari ini tidak ada perubahan kebijakan apa-apa dari Menteri ESDM. Tadi sudah saya laporkan kepada Bapak Presiden, sambil kita melihat perkembangan," kata Bahlil dalam keterangan yang diunggah Sekretariat Presiden, Kamis (26 Maret 2026).

Pemerintah memangkas jumlah produksi nikel dalam RKAB 2026 sesuai kapasitas smelter, yaitu di kisaran 250‑260 juta ton. Sementara produksi batu bara dipangkas menjadi 600 juta ton. Langkah ini bertujuan menjaga keseimbangan pasokan dan mencegah penurunan harga yang drastis.

"Bahlil mengaku pihaknya bisa saja memberikan izin untuk tambahan produksi yang dia sebut relaksasi, namun hal itu tidak akan buru‑buru dilakukan." Ia menambahkan bahwa relaksasi akan dilakukan secara terukur, tergantung perkembangan harga.

"Relaksasi itu akan dilakukan sangat terukur dengan melihat perkembangan harga. Bila harga tetap stabil tidak anjlok, dia mengatakan penambahan produksi bisa perlahan dilakukan." Bahlil menekankan bahwa keputusan akan diambil berdasarkan data pasar.

"Andaikan harganya stabil terus, bagus, kita akan bagaimana membuat relaksasi, tapi terukur terhadap perencanaan produksi. Jadi semuanya masih dalam batas‑batas koordinasi dengan pasar, kemudian kebutuhan supply and demand," sebut Bahlil. Ia menegaskan bahwa semua langkah masih berada di bawah koordinasi pasar.

"Yang penting adalah kita inginkan harganya bagus terus, kita doakan harga batu bara bagus, harga nikel bagus, kemudian kita akan bagaimana melakukan relaksasi terukur," lanjutnya. Fokusnya tetap pada stabilitas harga komoditas.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyatakan bahwa pemerintah membuka opsi menaikkan produksi batu bara dan nikel dalam RKAB. Ia menyoroti potensi kenaikan harga akibat disrupsi distribusi minyak mentah dan gas alam cair (LNG) yang dipicu ketegangan di Timur Tengah.

"Kemudian juga terkait dengan adanya tambahan harga, maka terhadap batu bara juga akan dihitung terkait dengan pajak ekspor, besarannya nanti dikaji oleh tim. Di mana nanti harapannya pendapatan pemerintah juga naik dengan adanya windfall profit," papar Airlangga usai rapat kabinet di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pekan lalu.

Dengan strategi ini, pemerintah berharap dapat menjaga harga komoditas tetap stabil, meningkatkan pendapatan negara, dan menghindari lonjakan pasokan yang dapat menurunkan nilai ekspor. Pendekatan terukur dan koordinasi pasar menjadi kunci dalam kebijakan ini.

ESDMRKAB 2026batu baranikelpasokanharga stabilwindfall profit

Komentar

Memuat komentar...