Menteri Keuangan: APBN Stabil, BBM Subsidi Tetap 2026
Gambar atau konten salah?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat harga minyak dunia naik. Ia menegaskan bahwa subsidi bahan bakar minyak (BBM) tidak akan dinaikkan sampai akhir 2026.
Purbaya menolak kabar bahwa APBN akan habis dalam dua minggu. Ia mengatakan bahwa rumor tersebut berasal dari internal Kementerian Keuangan. “Kalau BBM tidak naik, apakah APBN kita kuat sepanjang tahun? Karena ada orang yang bilang katanya uang saya tinggal dua minggu saja sudah habis,” ucapnya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin, 6 April 2026.
Ia menambahkan, “Bahkan sumbernya bukan dari luar, malah dari Kementerian Keuangan sendiri yang menyebarkan isu-isu seperti itu. Saya baru tahu, padahal menterinya saya, jadi saya agak bingung.”
Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah sudah menghitung berbagai skenario gejolak harga minyak mentah dunia. Ia mengasumsikan harga rata‑rata US$ 100 per barel sampai akhir tahun. Dengan asumsi tersebut, APBN tetap aman dengan defisit sekitar 2,9% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Ia menegaskan, “Dengan exercise tertentu, anggaran bisa kita tekan masih di 2,92% dari PDB. Jadi sepanjang tahun ini dengan harga (minyak) rata‑rata US$ 100, aman.”
Di tengah kenaikan harga minyak dunia, Purbaya menegaskan bahwa BBM bersubsidi tidak akan naik sampai akhir 2026. Ia menyatakan, “Kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi dengan asumsi harga minyak rata‑rata US$ 100 per barel sampai akhir tahun sudah dihitung.”
Ia mengajak masyarakat untuk tidak ribut. “Jadi (BBM) yang bersubsidi sampai akhir tahun aman. Masyarakat luar nggak usah ribut, nggak usah takut, kita sudah hitung,” tambahnya.
Dengan perhitungan harga minyak dan defisit yang telah dipertahankan, APBN tetap stabil. Purbaya menegaskan bahwa subsidi BBM akan dipertahankan sampai akhir 2026, memberi rasa aman bagi publik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
SKK Migas Catat 1,500 BOPD Saat Ini, Target 20,000 BOPD
Produksi Minyak Nasional 576k BOPD, Masih Di Bawah Target
BBM Subsidi Tetap Stabil, Harga Tidak Naik Meski Minyak Naik
Berita Terbaru
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Curacao masuk Piala Dunia 2026, Chong satu pemain asli
Beasiswa AGRTPS 2026: 5 Slot Buka, Pendaftaran Hingga 18 Juni
