Mimi Campervan: Dari Kantor ke Lintas Pulau Indonesia

Arif S. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 105 dibaca
Bisik.id
Mimi Campervan: Dari Kantor ke Lintas Pulau Indonesia

Gambar atau konten salah?

Keputusan besar sering datang dari titik balik yang tak terduga. Begitulah kisah Mimi Campervan, perempuan yang dulunya bekerja di kantor sejak 2010. Ia merasa hidupnya menjadi monoton, sampai suatu hari ia memutuskan untuk merakit sebuah campervan dan berkeliling Indonesia.

"Dulu hidupnya, aktivitasnya bener-bener kayak karyawan biasa aja, Senin-Jumat kerja kadang sampai malam, lembur-lemburan. Sabtu-Minggu udah capek, udah nggak ada waktu," kata Mimi saat dihubungi detikTravel beberapa waktu lalu.

Ia pernah berpindah kantor berulang kali, dari Jakarta ke Bali lalu ke Malang. Menurutnya, titik balik datang ketika ia tinggal di Bali selama pandemi. Situasi yang penuh ketidakpastian membuatnya merenung tentang makna hidup.

"Pas ketika udah di Bali (pandemi) ngerasain 'aduh hidup begini-gini aja ya' gitu.Waktu itu umur di 35-36 tahunan, ngerasa kayaknya aku udah deh berhenti aja bekerja aku mau traveling, mulainya itu karena ngerasain pas pandemi. Ngerasa banyak hal yang terjadikan di fase itu, ada teman yang meninggal lah, perubahan sangat drastis siapapun ke-impact gitu, nah salah satunya aku yang merubah pandangan hidupku," tuturnya.

Dengan semangat itu, Mimi mulai mengemudi motor di Bali, menikmati setiap sudut pulau sambil memikirkan cara lebih nyaman untuk bepergian. Ia merasa motor tidak aman untuk camping, sehingga ia memutuskan membuat sebuah campervan.

"Jadi intinya selama aku tanggung jawab pada diri aku sendiri kayaknya aku mau traveling deh, aku keliling lah saat itu motoran waktu di Bali. Kayaknya kalau motoran teman-temanku bilang gak safety kalau camping, kayanya coba mobil deh, nah kepikiran bikin mobil (campervan)," jelas Mimi.

Setelah meninggalkan Bali, Mimi pindah ke Malang. Ia mengundurkan diri dari pekerjaan, lalu membeli sebuah mobil yang mampu menampung semua perlengkapannya. Mobil tersebut adalah Luxio, yang ia pilih karena mudah dioperasikan saat mengalami masalah di jalan.

"Saat itu aku dari Bali udah pindah ke Malang, aku udah resign dan aku beli aja mobil yang semampuku. Baik secara finansial dan kemampuan knowledge aku kalau trouble di jalan aku masih bisa, waktu itu (mobilnya) Luxio jadi gampang," lanjut Mimi.

Perjalanan dari barat ke timur Indonesia dimulai pada 31 Desember 2022. Ia tumbuh di Pauh Kambar, Sumatera Barat dan selama dua tahun menempuh rute panjang, mengunjungi hampir 35 tempat. Rute tersebut meliputi Bali, Lombok, Sumbawa, Bima, Flores, Sumba, Maluku, dan Timor Leste.

Namun pada 31 Desember 2024, Mimi memutuskan untuk berhenti sejenak. Ia menjelaskan bahwa alasan utamanya adalah usianya yang kini 40 tahun, pernikahan baru saja ia lakukan dengan suami yang berasal dari luar negeri, dan ia harus pindah ke negara suami. Sebelum pindah, ia ingin menyelesaikan perjalanan di Indonesia Timur bagian bawah.

"Dan sekarang berhenti 1 tahun, ada juga cerita kenapa berhenti dan sekarang karena udah 40 tahun aku ngerasa, karena baru menikah kemarin dan suami orang luar, jadi aku harus pindah. Sebelum pindah aku mau menyelesaikan perjalanan Indonesia aku, karena kemarin baru Indonesia Timur bagian bawah, jadi ini akan mulai lagi Mimi Campervan berikutnya sebelum aku pindah ke negara suami gitu," lengkapnya.

Selama dua tahun terakhir, Mimi berhasil menelusuri 35 lokasi di wilayah timur Indonesia. Ia memulai perjalanan di Bali, lalu melanjutkan ke pulau-pulau di Nusa Tenggara, hingga mencapai Timor Leste. Setiap tempat memberi pengalaman baru, baik dari segi budaya maupun alam.

Keseluruhan perjalanan Mimi menunjukkan bagaimana seseorang dapat menemukan makna baru melalui petualangan. Dari rutinitas kantor hingga mengemudi campervan di jalanan Indonesia, ia belajar bahwa hidup bisa berubah ketika kita bersedia melangkah keluar dari zona nyaman. Setelah menutup bab pertama, Mimi berencana memulai perjalanan berikutnya sebelum pindah ke negara suami, menandai fase baru dalam hidupnya.

Mimi Campervanperjalanan IndonesiacampervanBalikerja kantorpandemimobil Luxio

Komentar

Memuat komentar...