Minyak Mentah Naik Tajam Setelah Trump Bicara Perang

Lina F. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 45 dibaca
Bisik.id
Minyak Mentah Naik Tajam Setelah Trump Bicara Perang

Gambar atau konten salah?

Harga minyak mentah dunia melonjak tajam pada perdagangan Kamis, 02 April 2024, naik lebih dari US$ 5 per barel. Kenaikan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tidak memberi sinyal jelas kapan perang akan berakhir.

Dikutip dari Reuters, berjangka Brent berangkat ke US$ 6,33, naik 6,3 % menjadi US$ 107,49 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$ 5,28, setara 5,3 %, mencapai US$ 105,40 per barel. Pergerakan ini menimbulkan kekhawatiran investor tentang gangguan pasokan minyak jangka panjang.

Perubahan tajam terjadi sesaat setelah Trump memberikan pidato yang disiarkan televisi nasional. Sebelum pidato dimulai, harga minyak sempat turun lebih dari US$ 1 per barel. Trump menyatakan bahwa militer AS hampir mencapai tujuannya dalam perang. Menurutnya, perang akan berakhir dalam dua hingga tiga minggu, namun ia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

“Kami akan menyelesaikan tugas ini, dan kami akan menyelesaikannya dengan sangat cepat. Kami sudah sangat dekat,” ujar Trump.

Philip Nova, analis pasar senior, menganggap kenaikan harga ini sebagai respons pasar atas ketidakpastian dalam pidato Trump. Ia menambahkan, “Pasar bereaksi karena tidak ada penyebutan yang jelas soal gencatan senjata atau keterlibatan diplomatik. Jika risiko maritim meningkat, harga minyak bisa menguji level tertinggi baru.”

Priyanka Sachdeva menegaskan hal serupa, menyoroti potensi risiko maritim. Peringatan serupa juga datang dari International Energy Agency (IEA). Petinggi IEA menyebut gangguan pasokan ini diprediksi mulai memukul ekonomi Eropa pada April ini. Eropa masih dapat bertahan berkat kontrak pengiriman minyak yang dikontrak sebelum perang pecah.

Pergerakan harga ini menegaskan ketidakpastian di pasar energi global. Fluktuasi harga menunjukkan betapa cepatnya pasar merespons perubahan politik. Investor kini menunggu klarifikasi lebih lanjut tentang status gencatan senjata dan dampaknya terhadap pasokan minyak di masa depan.

harga minyakDonald TrumpBrentWTIgangguan pasokanrisiko maritimIEAekonomi Eropa

Komentar

Memuat komentar...