Musim Kemarau Sumsel Dimulai, Hujan Lokal Masih Berpotensi

Rizki W. · 2 min baca · 3 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Musim Kemarau Sumsel Dimulai, Hujan Lokal Masih Berpotensi

Gambar atau konten salah?

Palembang, Sumatera Selatan, kini tengah memasuki masa kemarau. Meskipun demikian, pada awal periode kering ini, beberapa wilayah masih berpotensi diguyur hujan. Fenomena ini bukanlah sesuatu yang aneh, melainkan dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer yang masih mendukung terbentuknya awan hujan.

Sinta Andayani, Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Stasiun Meteorologi SMB II, menjelaskan bahwa peningkatan hujan yang terjadi belakangan ini berkaitan erat dengan fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO). Saat ini, MJO berada pada fase 1. "Sumsel saat ini sudah memasuki musim kemarau. Namun, di awal musim kemarau masih ada peluang terjadinya hujan," ujarnya pada Sabtu, 19 Juni 2026.

Menurut Sinta, fase 1 dari MJO ini membuat atmosfer di wilayah Sumatera bagian tengah hingga utara menjadi lebih lembap. Akibatnya, Sumatera Selatan ikut merasakan dampaknya. Kondisi ini meningkatkan potensi terbentuknya awan hujan di wilayah tersebut.

Selain pengaruh MJO, hujan juga dipicu oleh intrusi udara kering yang datang dari Australia. Udara kering ini kemudian bertemu dengan massa udara yang lebih dingin di selatan Pulau Sumatera. "Pertemuan kedua massa udara tersebut memicu pertumbuhan awan hujan yang cukup signifikan. Namun, hujan yang terjadi umumnya berintensitas ringan hingga sedang, bersifat lokal, dan berdurasi singkat," jelas Sinta lebih lanjut.

Di sisi lain, berkurangnya curah hujan di awal musim kemarau ini membawa dampak langsung pada kondisi sungai. Sinta mengungkapkan bahwa hal ini menjadi penyebab utama menurunnya debit sejumlah sungai di Sumsel, termasuk Sungai Musi. "Kurangnya curah hujan sejak memasuki musim kemarau menyebabkan debit sungai-sungai di Sumsel, termasuk Sungai Musi, mengalami penurunan," ujarnya.

Secara singkat, awal musim kemarau di Sumatera Selatan tidak sepenuhnya kering. Masih ada potensi hujan ringan hingga sedang yang bersifat lokal dan singkat. Faktor utamanya adalah kombinasi antara fenomena MJO dan pertemuan massa udara dari Australia dengan udara dingin di selatan Sumatera. Dampak langsungnya sudah terlihat pada penurunan debit air di Sungai Musi dan sungai-sungai lainnya di wilayah tersebut.

Musim KemarauPotensi HujanMadden-Julian OscillationFase 1Intrusi Udara KeringPertemuan Massa UdaraDebit Sungai Musi

Komentar

Memuat komentar...