Pemadaman Listrik Jabar: Warung Tutup, Lampu Macet, Azan Tanpa Speaker

Wulan M. · 4 min baca · 2 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Pemadaman Listrik Jabar: Warung Tutup, Lampu Macet, Azan Tanpa Speaker

Gambar atau konten salah?

Gangguan pasokan listrik yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat dalam beberapa hari terakhir membuat masyarakat mengeluh. Pemadaman bergilir ini tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak pada usaha kecil, layanan publik, ibadah, dan pekerjaan yang bergantung pada perangkat elektronik serta internet.

Di Kota Bandung, pemadaman yang terjadi sejak Kamis 18 Juni 2026 siang langsung terasa. Sebuah warung makan di Jalan Ahmad Yani terpaksa menyalakan lilin kecil untuk menerangi ruangan yang tiba-tiba gelap.

Eza, pemilik warung, mengaku aktivitas usahanya terganggu karena pasokan air bergantung pada pompa listrik. "Pertamanya memang ada pemberitahuan di sekitar ini ada pemadaman bergilir, soalnya sebelumnya ada di daerah lain sama pemadaman," ujarnya.

Menurut Eza, listrik padam membuat kebutuhan dasar usahanya terganggu. "Dampaknya, kita butuh air, apalagi air sedot, kita butuh listrik untuk nyedot air," tuturnya. Ia berharap pemadaman tidak berlangsung lama. "Harapannya kalau ada pemadaman jangan lama-lama, karena butuh air dan es juga ya di freezer cair," sambungnya.

Keluhan serupa datang dari Aura (26), pelaku usaha fotokopi di kawasan Cikutra. Pemadaman membuat mesin fotokopi, komputer, hingga printer berhenti beroperasi saat pelanggan sedang ramai. "Mesin-mesin mati, tadi juga lagi ramai, jadi pada balik lagi," kata Aura.

Ia berharap ada pemberitahuan yang lebih jelas jika pemadaman kembali terjadi. "Harapannya mungkin, jangan dadakan, karena tadi ada yang ngerjain tugas, listrik mati jadi nggak bisa ngerjain dan terlambat ngumpulin tugas," ujarnya.

Lampu merah padam, kemacetan tak terhindarkan

Dampak pemadaman juga merembet ke lalu lintas Kota Bandung. Sejumlah traffic light di persimpangan utama padam, termasuk di kawasan Samsat Soekarno-Hatta pada Jumat 19 Juni 2026. Akibatnya, arus kendaraan sempat semrawut dan polisi harus turun langsung mengatur lalu lintas secara manual untuk mengurai kemacetan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian, mengatakan seluruh lampu lalu lintas di Kota Bandung masih menggunakan sistem konvensional yang bergantung penuh pada pasokan listrik PLN. "Iya, pemadaman dari sananya, pemadaman arus ini PLN. Jadi berpengaruh ke kita. Karena yang penggunaan solar cell-nya kan nggak ada kita mah, semuanya konvensional," katanya.

Menurut Rasdian, kondisi serupa terjadi di sejumlah titik lain seperti kawasan Buahbatu hingga Jalan Riau. "Karena kalau kita ngandelin sollar cell, enggak bisa itu. Kalau mati lampu otomatis jadi blank, jadi mati kita mah semuanya konvensional," pungkasnya.

Salat Jumat tanpa pengeras suara

Di Tasikmalaya, dampak pemadaman bahkan menyentuh aktivitas ibadah. Sejumlah masjid di Kecamatan Mangkubumi terpaksa melaksanakan azan tanpa pengeras suara karena listrik padam berjam-jam.

Ketua DKM Almarhamah Perumahan Baitul Marhamah, Dadan Ali Sundana, menyampaikan kondisi tersebut kepada jemaah. "Sudah masuk waktu jumatan, maaf adzan tidak pakai speaker karena listrik padam," ucap Dadan.

Sebagian masjid yang memiliki genset masih bisa beroperasi normal. Selain mengganggu ibadah, pemadaman juga membuat pasokan air bersih terhenti. "Kebagian juga padam listrik, mana air gak ada. Kan mati airnya," kata Ujang, warga Tamansari.

Sementara Aris, warga Bungursari, mengeluhkan pekerjaannya yang terhambat akibat listrik mendadak padam. "Saya lagi bikin pemberkasan pekerjaan malah mati listrik. Bagaimana PLN ini," ujarnya.

Siaran radio gagal mengudara

Di Kabupaten Kuningan, dampak pemadaman terasa lebih luas lagi. Aktivitas penyiaran radio terganggu hingga sejumlah pekerjaan berbasis internet lumpuh.

Kepala Stasiun Radio Kuningan FM, Ajun, mengaku salah satu program siaran bahkan batal mengudara akibat listrik padam. "Jelas berdampak. Apalagi inikan pakai listrik langsung nggak pakai genset. Kayak saat kemarin pemadaman itu kita jadi gagal siaran. Padahal saat itu ada talkshow, jadi nggak jadi. Sekalinya pemadaman itu lama, bisa lebih dari 3 jam. Belum lagi kalau pemadamannya mendadak. Itu jelas merugikan kita sama narasumber yang sudah janjian," tutur Ajun.

Ia juga mengingatkan risiko kerusakan peralatan akibat tegangan listrik yang tidak stabil. "Pengaruh juga pada peralatan, dari mulai komputer, alat siaran, apalagi kalau mati lampunya lama," katanya.

Keluhan serupa disampaikan Azam yang pekerjaannya sangat bergantung pada jaringan internet. Meski memahami adanya pemeliharaan jaringan, ia berharap frekuensi pemadaman bisa ditekan. "Saya memahami. Tapi kalau bisa jangan sering-sering karena listrik kan sudah jadi kebutuhan vital," pungkasnya.

PLN ungkap penyebab

Menanggapi kondisi tersebut, PT PLN (Persero) menjelaskan pemadaman terjadi akibat gangguan pada sistem pembangkit listrik di Jawa.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, mengatakan terdapat dua unit pembangkit besar yang mengalami gangguan operasional sehingga pasokan listrik menurun. "Langkah tersebut dilakukan karena terdapat kendala teknis operasional pembangkit serta ada dua unit pembangkit besar yang mengalami gangguan sehingga tidak beroperasi sementara dan menurunkan kemampuan sistem pasokan listrik," ujar Greg.

PLN saat ini mengklaim terus mempercepat proses pemulihan dengan mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain. "PLN terus berkerja sama melakukan percepatan pemulihan, mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain, serta melakukan pengaturan operasi sistem guna menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik serta meminimalkan dampak kepada pelanggan," katanya.

PLN juga memastikan manajemen beban yang menyebabkan pemadaman bergilir hanya bersifat sementara. "PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan," ujar Greg.

Pemadaman ini menunjukkan betapa rentannya sistem kelistrikan konvensional di berbagai daerah. Mulai dari usaha kecil, lalu lintas, hingga ibadah keagamaan semuanya terkena dampak. Harapan warga jelas: pemberitahuan yang lebih baik dan pemadaman yang tidak terlalu sering.

pemadaman listrikJawa Baratgangguan pasokanusaha keciltraffic lightibadahPLNdampak sosial

Komentar

Memuat komentar...