Nindya Karya 20 Lokasi Sekolah Rakyat 65% Selesai Indonesia
Gambar atau konten salah?
PT Nindya Karya (Persero) terus memperluas akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia. Hingga kini, progres pembangunan di 20 lokasi yang dikerjakan perusahaan telah mencapai 65 %.
Bayu Apriyadi, Project Director PT Nindya Karya (Persero), menjelaskan bahwa percepatan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan upaya perusahaan mengelola proyek berskala besar yang dilaksanakan secara simultan di daerah dengan karakteristik lahan dan lingkungan yang berbeda. Ia menegaskan bahwa keberhasilan percepatan tidak hanya ditentukan oleh penambahan sumber daya, tetapi juga kemampuan perusahaan dalam melakukan perencanaan, pengendalian, dan kolaborasi terintegrasi di seluruh lokasi proyek.
“Melalui sistem pengendalian proyek yang terstruktur dan kolaborasi yang kuat antar tim, kami optimis pembangunan Sekolah Rakyat dapat diselesaikan sesuai target dan tetap mengedepankan kualitas hasil pekerjaan dan aspek keselamatan kerja. Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek konstruksi, tetapi investasi jangka panjang untuk menciptakan pondasi kuat bagi generasi hebat Indonesia,” ujar Bayu dalam keterangannya, Rabu 27 Mei 2026.
Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target, Nindya Karya melakukan berbagai percepatan di lapangan. Penambahan tenaga kerja di beberapa area, penyesuaian dan penambahan rekanan baru, serta optimalisasi distribusi material dengan jalur transportasi alternatif, khususnya di daerah terpencil, menjadi bagian dari strategi.
Perusahaan juga menerapkan pengendalian proyek lebih intensif melalui penyusunan timeline schedule detail di setiap area. Langkah ini memastikan tahapan konstruksi terukur, terkoordinasi, dan dapat mengantisipasi potensi kendala yang dapat memengaruhi progres.
Proyek Sekolah Rakyat tidak hanya memberi manfaat infrastruktur, tetapi juga dampak positif bagi masyarakat sekitar lewat penyerapan tenaga kerja besar. Dari 19 lokasi proyek yang sedang dikerjakan, Nindya Karya telah menyerap 16.134 tenaga kerja, sebagian besar berasal dari masyarakat lokal di sekitar area proyek.
Kehadiran proyek ini diharapkan mendorong perputaran ekonomi daerah dan membuka peluang kerja bagi masyarakat. Melalui percepatan pembangunan yang terus dilakukan, Nindya Karya optimistis dapat menghadirkan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak di Indonesia.
Perusahaan meyakini infrastruktur pendidikan yang memadai merupakan pondasi kuat untuk melahirkan generasi yang akan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju dan berdaya saing. (anl/ega)
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Prabowo Tegaskan Tegas Mitra Curang MBG, Siap Bantu Penegak
Pertamina Dukungan Desa Energi, Padi Bali Naik 7,5 Ton
Garuda Atur Jadwal Pemulangan Haji 2026 di Jeddah.
DPR Setujui RUU P2SK, Mulai Tahap Akhir Persidangan
Debat Akhir HIPMI 2026: Kandidat BPP Bersaing Pasar Modal
PINDEX 2026: Pertamina Patra Niaga Pamer Teknologi Energi
