Olahraga Malam Saat Ramadan, Ini Kata Dokter Jantung
Gambar atau konten salah?
Banyak orang mengubah jadwal olahraga selama bulan Ramadan. Karena tidak bisa minum dan makan di siang hari untuk mengganti cairan dan energi, aktivitas fisik sering digeser ke malam hari.
Muncul kekhawatiran bahwa olahraga malam bisa berdampak buruk pada jantung. Menanggapi hal ini, dr Erika Maharani, SpJP(K) dari Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS) memberikan penjelasan.
Menurut dr Erika, jika seseorang sudah terbiasa berolahraga sebelumnya, memindahkan jadwal ke malam hari tidak menjadi masalah. Hanya saja, porsi latihan mungkin perlu dikurangi karena kondisi tubuh setelah berpuasa. Hal ini berlaku bagi mereka yang berolahraga menjelang waktu sahur.
Ia menekankan, jangan memaksakan diri berolahraga saat tubuh sedang sangat lelah. "Biasanya patokannya denyut (heart rate)," ujarnya saat ditemui di Jakarta Selatan pada Jumat (6/3/2026).
Hal krusial lainnya adalah memperhatikan kebutuhan tubuh untuk pulih atau recovery. dr Erika menjelaskan bahwa tidur malam lebih baik daripada tidur di siang hari. Hal ini terkait dengan siklus hormon dalam tubuh.
Mengubah jadwal tidur sesekali tidak masalah. Namun, jika perubahan itu terjadi terus menerus, hormon dalam tubuh otomatis akan berubah. "Dan tentu hasilnya tidak akan bagus," pesannya.
Selama Ramadan, penyesuaian rutinitas harian termasuk olahraga menjadi umum dilakukan. Pergeseran jadwal ke malam hari sering terjadi karena keterbatasan hidrasi dan nutrisi pada siang hari.
Kekhawatiran mengenai keamanan olahraga malam bagi kesehatan jantung dijawab oleh pakar. dr Erika Maharani menyatakan bahwa rutinitas olahraga yang stabil sebelumnya menjadi dasar pertimbangan utama.
Penyesuaian intensitas latihan diperlukan mengingat kondisi puasa. Pengawasan terhadap detak jantung menjadi acuan penting untuk menghindari pemaksaan fisik saat tubuh lelah.
Aspek pemulihan tubuh juga ditekankan sebagai faktor penentu. Perubahan signifikan pada pola tidur dapat memengaruhi keseimbangan hormonal, yang pada akhirnya berdampak pada hasil latihan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tren Strava Fridge: Minuman di Kulkas Minimarket Jadi Viral
Mes Hilgers Kembali Latihan Bersama Skuad Garuda 2026
Kecemasan Lomba Bikin Pelari Sulit Tidur, Mules Terjadi
Kentut Saat Lari Biasa: Hindari Soda, Sayur Tertentu
Runner's Trot: Tips Menjaga Bahu Perut Pelari Pemula di Lomba
Runner's Trot: Bagaimana Kram Perut Menghentikan Pelari
Berita Terbaru
Video Viral Influencer Meniru Disabilitas, Maaf Terbit
Kopi Diet Tanpa Gula: 5 Racikan Menurunkan Berat Badan
Lampung Berikan Keringanan Pajak Kendaraan 2026, Diskon 50%
Gakpo Ingin Pergi, Liverpool Siapkan Andoni Iraola 2026
Sekolah Internasional Tanpa Izin, Risiko Catatan Siswa Korea
SPBU Harus Campur Bioetanol 5% pada 1 Juli 2026 Bersama B50
Kirab Pusaka 1 Suro 16 Juni 2026 di Keraton Solo
