Pasuruan Hentikan WFH, Fokus Energi dan Hari Bebas Kendaraan
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Kota Pasuruan memutuskan untuk tidak menerapkan kerja dari rumah (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Langkah ini diambil sebagai upaya penghematan energi sekaligus mempertahankan kualitas pelayanan publik. “Kota Pasuruan tidak melakukan WFH dengan asumsi khawatir mengganggu layanan publik,” kata Wali Kota Adi Wibowo pada Rabu (1/4/2026).
Selain itu, pemerintah kota menyiapkan langkah efisiensi energi lain yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Salah satu kebijakan yang akan diterapkan adalah program hari bebas kendaraan bagi ASN. “Setiap hari Jumat kita dorong bebas kendaraan ke kantor, bisa dengan bersepeda, jalan kaki, atau transportasi umum,” tambahnya.
Penghematan energi juga dilakukan di lingkungan perkantoran melalui pengelolaan penggunaan listrik secara lebih bijak. Penggunaan pendingin ruangan (AC) dan lampu akan dibatasi, hanya dinyalakan sesuai kebutuhan. “Penggunaan pendingin ruangan (AC) dan lampu akan dibatasi, hanya dinyalakan sesuai kebutuhan.”
Pemerintah kota menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk penyesuaian daerah atas arahan pemerintah pusat terkait efisiensi energi, tanpa harus mengorbankan kualitas pelayanan publik. “Kebijakan ini merupakan bentuk penyesuaian daerah atas arahan pemerintah pusat terkait efisiensi energi, tanpa harus mengorbankan kualitas pelayanan publik,” pungkasnya.
Kebijakan ini menandai upaya daerah dalam menyeimbangkan kebutuhan energi dengan pelayanan publik, sekaligus menyesuaikan diri dengan arahan pusat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BMKG: Sesar Kendeng Bojonegoro Tidak Menimbulkan Gempa Besar
BMKG: Gempa Magnitudo 7 di Sesar Kendeng Bukan Peringatan
Rumor Erupsi Gunung Lawu 7 Tidak Terdukung Data BMKG
BMKG Monitor 24 Jam, Sosialisasi Gempa di Bojonegoro
Gunung Semeru Erupsi, APG 4,5 km: Peringatan BPBD Warga
Malang Pakai Jersey Jumat Piala Dunia, Dukung UMKM Ekonomi
Berita Terbaru
