Pelindo Usung Dumai Jadi Hub Transhipment Selat Malaka

Tika M. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 67 dibaca
Bisik.id
Pelindo Usung Dumai Jadi Hub Transhipment Selat Malaka

Gambar atau konten salah?

PT Pelabuhan Indonesia (Persero), atau Pelindo, sedang mengembangkan pelabuhan transhipment di Dumai, Riau. Pengembangan ini dipicu oleh tingginya lalu lintas kargo di Selat Malaka, yang didominasi oleh Singapura dan Malaysia.

"Selama ini kita menjadi end destination. Jadi transhipment lebih seperti hub. Nah di mana channeling kita, untuk kita salah cuma hanya lima. Nah ini yang membuat kita cuma menjadi negara tujuan akhir dan kita kalah sama Singapura," ungkap Achmad Muchtasyar dalam rapat bersama Komisi VI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 2 April 2026.

Muchtasyar menambahkan bahwa Dumai memiliki posisi strategis untuk perairan Selat Malaka. Perusahaan melihat peluang dari kelebihan kapasitas (overloading) di pelabuhan-pelabuhan utama Tanjung Pelepas dan Port Klang. "Ini menjadi peluang bagi kita untuk mengembangkan Dumai sebagai pelabuhan transhipment. Jadi kita nggak akan perang merebut pasarnya Singapura atau Malaysia, kita nunggu luberannya saja, overloaded-nya saja," jelasnya.

Pengembangan Dumai sebagai hub transhipment tidak hanya berdampak pada aspek bisnis. Muchtasyar menambahkan, "Itu akan sudah menjadi suatu hal yang baik, juga untuk strategi geopolitik kita, ketahanan negara, bahwa kita menunjukkan bahwa kita negara berdaulat dari pelabuhan ini," pungkasnya.

Pelindo berupaya memanfaatkan kelebihan kapasitas di pelabuhan utama Selat Malaka dan menempatkan Dumai sebagai titik transhipment. Langkah ini bertujuan menambah daya saing Indonesia, sekaligus menegaskan posisi negara sebagai pelabuhan berdaulat dan strategis di kawasan.

PelindoDumaitranshipmentSelat MalakaSingapuraMalaysiageopolitik

Komentar

Memuat komentar...