Pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum 40% Selesai Konektivitas
Gambar atau konten salah?
Di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sedang mempercepat pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum. Proyek ini dimaksudkan sebagai bagian dari upaya pemulihan infrastruktur pascabencana dan penguatan konektivitas di jalur jalan nasional lintas timur Sumatera.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penanganan jembatan ini menjadi prioritas utama. Ia menyebutkan pentingnya kelancaran arus transportasi dan distribusi logistik, serta dukungan bagi pemulihan ekonomi masyarakat. “Jembatan ini memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas nasional, khususnya di lintas timur Sumatera. Oleh karena itu, percepatan penanganan permanen terus dilakukan agar dapat segera difungsikan secara optimal,” kata Dody dalam keterangannya, Senin (27 April 2026).
Jembatan Krueng Tingkeum berfungsi sebagai penghubung strategis antara Aceh dan Sumatera Utara. Selain memudahkan mobilitas penduduk, jembatan ini juga menjadi jalur vital bagi distribusi logistik, serta akses layanan pendidikan dan kesehatan. Pada 26 November 2025, jembatan tersebut rusak akibat bencana hidrometeorologi. Kerusakan mengganggu struktur dan menghambat lalu lintas di kawasan tersebut.
Untuk mengatasi masalah darurat, PU membangun jembatan sementara tipe Bailey pada 27 Desember 2025. Jembatan sementara ini memungkinkan kembali terjalinnya konektivitas dan distribusi barang di jalur strategis nasional. Selama proses konstruksi jembatan permanen, PU terus memantau dan merawat jembatan sementara. Pemeriksaan harian, perbaikan berkala, serta koordinasi lalu lintas dengan kepolisian dan instansi terkait menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan pengguna jalan.
Jembatan permanen yang sedang dibangun memiliki panjang 149,7 meter. Struktur menggunakan baja girder dengan metode incremental launching, yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan ketahanan terhadap risiko bencana. Progres saat ini mencapai 40,11 persen, sedikit di atas target 38,24 persen. Pekerjaan akan memasuki tahap erection girder pada bentang pertama, menandai percepatan penyelesaian proyek.
PU menargetkan jembatan duplikasi permanen dapat difungsikan secara bertahap pada akhir Juli 2026. Dengan demikian, kapasitas lalu lintas akan meningkat, kepadatan kendaraan berkurang, dan arus barang serta orang di wilayah Aceh menjadi lebih lancar. Kementerian PU berkomitmen terus mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur guna menjaga konektivitas antarwilayah serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Secara keseluruhan, proyek Jembatan Krueng Tingkeum menandai langkah konkret dalam memperbaiki jaringan transportasi di Aceh. Dengan jembatan sementara yang sudah berfungsi dan jembatan permanen yang hampir selesai, konektivitas lintas timur Sumatera akan semakin terjaga. Pembangunan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam memulihkan infrastruktur pascabencana dan memfasilitasi aktivitas ekonomi di daerah tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pajak 0% 50 Tahun untuk Investor PFII
Indonesia Kejar Rp 51.000 Triliun Dana Family Office Global
PFII Ditarget Beroperasi Tahun Ini, PP Masih Digodok
Pemerintah: Belum Ada Rencana Revisi Anggaran Pertahanan
Anggaran MBG Dipangkas, BGN Klaim Tak Lagi Rp 268 T
PHK Naik 32.389, Menkeu: Itu Siklus Wajar
