Pemerintah Perkuat Industri, Target Elektrifikasi 100% 2029
Gambar atau konten salah?
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot, menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan industri dalam negeri. Ia menyoroti sinergi ini sebagai kunci untuk mempercepat elektrifikasi nasional, meningkatkan efisiensi energi, dan memperkuat penggunaan produk dalam negeri.
Pernyataan tersebut muncul saat Yuliot mengunjungi sebuah pabrik manufaktur peralatan listrik dan pencahayaan di Tangerang. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menyiapkan industri nasional agar siap mendukung program strategis sektor ketenagalistrikan.
Yuliot menekankan bahwa pemerintah fokus pada peningkatan rasio elektrifikasi nasional. Saat ini rasio tersebut berada di sekitar 98%, dan targetnya adalah mencapai 100% pada 2029. Ia berkata, “Saat ini rasio elektrifikasi kita sekitar 98%. Kita dari tahun 2025 sudah mulai, sampai dengan 2029 kita akan menargetkan elektrifikasi untuk seluruh wilayah sekitar 100%. Jadi ini tidak ada lagi daerah-daerah yang gelap. Jadi, merdeka dari kegelapan.”
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah terus mempercepat program listrik desa (Lisdes). Pada 2025, program ini mencakup sekitar 1.516 desa, dan diperkirakan hingga 2029 akan menyelesaikan sekitar 10.000 desa agar dapat mengakses listrik. Program elektrifikasi ini juga akan menuntut pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berskala besar, membuka peluang bagi industri dalam negeri untuk menyediakan peralatan dan teknologi kelistrikan.
Selain itu, pemerintah mendorong penerapan efisiensi energi melalui pengembangan green building dan pemanfaatan energi terbarukan. Salah satu contoh adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di sektor industri. Yuliot juga menegaskan bahwa pemerintah sedang menyiapkan regulasi baru untuk meningkatkan keselamatan instalasi listrik. Regulasi ini melibatkan penggunaan perangkat pengaman seperti Residual Current Breaker with Overcurrent (RCBO).
Dalam implementasinya, pemerintah mendorong agar kebutuhan perangkat RCBO dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, asalkan kapasitas produksi sudah tersedia. Ia menegaskan, “Kalau ini bisa diproduksi di sini, kita tidak memberikan kelonggaran untuk melakukan impor dari luar.”
Perkembangan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor, memperkuat industri dalam negeri, dan memastikan seluruh wilayah Indonesia dapat menikmati listrik tanpa gangguan. Dengan target 100% elektrifikasi, langkah-langkah ini diharapkan dapat menghilangkan daerah gelap dan memajukan efisiensi energi di tanah air.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
SKK Migas Catat 1,500 BOPD Saat Ini, Target 20,000 BOPD
Produksi Minyak Nasional 576k BOPD, Masih Di Bawah Target
BBM Subsidi Tetap Stabil, Harga Tidak Naik Meski Minyak Naik
Berita Terbaru
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Curacao masuk Piala Dunia 2026, Chong satu pemain asli
Beasiswa AGRTPS 2026: 5 Slot Buka, Pendaftaran Hingga 18 Juni
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
