Pemerintah Siapkan Dana Insentif Mobil Listrik Juni 2026

Teguh A. · 2 min baca · 22 hari lalu · 49 dibaca
Bisik.id
Pemerintah Siapkan Dana Insentif Mobil Listrik Juni 2026

Gambar atau konten salah?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencananya akan menggelontorkan dana untuk insentif mobil listrik pada Juni 2026. Sebelumnya ia menolak memberikan stimulus ke sektor tersebut.

Ia menjelaskan alasan di balik keputusan itu. “Karena kita lihat harga minyak dunia kan nggak akan turun. Setelah saya ke AS, saya pelajari cara AS melakukan diskusi dan mendesain term yang diberikan untuk Iran, itu sepertinya desainnya untuk negara yang kalah perang dan pasti akan ditolak oleh Iran, hitungan saya ya. Jadi kelihatannya kalau gitu perangnya masih panjang,” kata Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, 12 Mei 2026.

Konflik yang diperkirakan akan berlangsung lama antara Amerika Serikat dan Iran menimbulkan risiko kenaikan harga minyak mentah dunia. Tanpa intervensi kebijakan, pola konsumsi energi masyarakat yang masih mengandalkan BBM diproyeksikan akan terus naik, bahkan lebih mahal.

Oleh karena itu, pemerintah berencana mendorong penggunaan kendaraan listrik melalui pemberian insentif. “Konsumsi BBM kita juga akan masih tinggi dan dengan harga yang lebih tinggi. Jadi kalau saya bisa pindahkan ke listrik, itu akan mengurangi impor kita dengan signifikan kan?” tutur Purbaya.

Ia menilai pasokan listrik domestik masih melimpah. Menurut perkiraannya, masih ada sekitar 30% kapasitas produksi yang tidak terpakai, namun tetap harus dibayar biaya produksinya oleh negara. “Itu mungkin kapasitas yang baru terpakai sekitar 70%, masih ada 30% listrik yang kita bayar tetapi nggak dipakai. Kalau saya nggak salah ingat ya. Yang jelas ada listrik yang kepakai yang kita bayar, saya mau pakai itu supaya subsidinya di PLN mengecil, BBM juga mengecil, itu utamanya,” ujar Purbaya.

Awalnya, Purbaya memperkirakan konflik AS–Iran akan berakhir pada September 2026, mengingat akan adanya pemilihan umum di AS. Namun, melihat perkembangan terkini, ia menilai konflik tersebut masih berpotensi berlangsung lebih lama. “Bisa saja jalan berlanjut terus, jadi kita akan melihat terus. Tetapi dalam jangka beberapa bulan ke depan, ini saya akan menghemat itu,” ucapnya.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat menurunkan ketergantungan pada impor BBM dan mengoptimalkan penggunaan listrik yang masih berlebih. Keputusan ini juga mencerminkan upaya untuk menanggapi ketidakpastian harga energi global dan memanfaatkan potensi energi terbarukan di dalam negeri.

Menteri KeuanganInsentif mobil listrikKonflik AS-IranHarga minyak duniaBBMKapasitas listrikEnergi terbarukan

Komentar

Memuat komentar...