Pemerintah Umumkan Bensin E20 20% Berbasis Etanol Lokal

Ani R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 40 dibaca
Bisik.id
Pemerintah Umumkan Bensin E20 20% Berbasis Etanol Lokal

Gambar atau konten salah?

Pada konferensi pers di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan rencana pemerintah mengembangkan bensin campuran etanol 20% (E20). Rencana ini sejalan dengan target swarasembada energi Indonesia.

“Yang ketiga mimpi kita E20. Apa itu E20? Etanol campuran bensin 20%. Dari mana? Jagung, ubi, dan tebu. Semua bisa tumbuh di Indonesia. Artinya ke depan bagaimana kita mandiri energi, mandiri pangan,” katanya dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Senin (30 Maret 2026).

E20 akan menggunakan bahan baku dari tanaman domestik seperti jagung, ubi, dan tebu. Semua tanaman ini dapat tumbuh di Indonesia, sehingga potensi produksi cukup besar.

Menteri menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan ketersediaan tanaman pendukung. Selain itu, molase, produk sampingan dari industri gula, dianggap melimpah dengan ekspor mencapai 1 juta ton.

“Bahan baku kita yang kita ekspor, itu ada 1 juta ton. Itu molase, tetes. Ini bisa dijadikan dan bisa dengan etanol 100 ribu,” imbuhnya.

Kementerian Pertanian juga memberikan dukungan teknis dan berkoordinasi dengan BUMN Pangan untuk memfasilitasi produksi etanol.

“Ini ada hikmah. Kondisi geopolitik yang memanas itu ada hikmahnya bagi Indonesia. Kalau ini mandiri pangan, mandiri energi, Indonesia sangat kuat ke depan. Ditambah hilirisasi mineral lainnya seperti nikel, bauksit, dan lain-lain. Kita bisa menjadi pemain utama di dunia, khususnya pangan dan energi,” beber Amran.

Jika program ini berjalan konsisten selama 10 tahun, Indonesia dapat mencapai kemandirian energi. Menteri menekankan bahwa posisi negara akan lebih kuat di tengah gejolak geopolitik.

“Ya, itu menggantikan (Pertalite dan Pertamax). Itu belum mobil listrik, tapi itu & Departemen lain, Kementerian lain,” tuturnya.

“Janji Bapak Presiden bahwa kita menyetop impor solar digantikan oleh biofuel sawit B50, itu 5,3 juta ton. Itu tahun ini kita tidak impor dan itu selesai,” tutupnya.

Dengan langkah ini, Indonesia berupaya memanfaatkan sumber daya lokal untuk mengurangi ketergantungan impor BBM, sekaligus memperkuat posisi strategis di pasar energi global.

E20etanoljagungkemandirian energikemandirian panganmolaseBUMN Pangan

Komentar

Memuat komentar...