Penumpang Hindari Kursi Tengah Bus: Kenyamanan dan Ruang

Ani R. · 2 min baca · 15 hari lalu · 52 dibaca
Bisik.id
Penumpang Hindari Kursi Tengah Bus: Kenyamanan dan Ruang

Gambar atau konten salah?

Di banyak bus, kereta, dan ruang tunggu, kursi di tengah seringkali tetap kosong. Fenomena ini tidak terjadi secara acak, melainkan dipengaruhi oleh kebiasaan psikologis orang dalam memilih tempat duduk.

Ketika masih banyak kursi tersedia, penumpang cenderung memilih tempat di dekat jendela atau di ujung kabin. Kursi tengah menjadi pilihan terakhir karena terasa lebih sempit dan terjepit di antara dua orang.

Fenomena ini telah diteliti oleh Kirsten Phillips dalam tesis Magister Psikologi di Massey University, Selandia Baru. Judulnya, Choice of Bus Seat as an Indicator of Human Sensitivity to the Environment, menggambarkan fokus pada bagaimana manusia memilih tempat duduk.

Phillips mengamati 26 perjalanan bus di Selandia Baru dengan melibatkan sekitar 546 penumpang. Observasi ini menghasilkan pola perilaku yang cukup konsisten di antara penumpang.

Hasilnya menunjukkan bahwa penumpang cenderung menjaga jarak. Kebanyakan memilih duduk secara merata daripada berdekatan satu sama lain. Peneliti menafsirkan pola ini sebagai upaya manusia untuk mengurangi rasa tidak nyaman atau stres sosial ketika berada di dekat orang asing.

Selain menjaga jarak, banyak orang juga memilih kursi dekat jendela. Sensasi ruang yang lebih luas dan ilusi area terbuka membuat penumpang merasa lebih nyaman dan tidak terlalu “terkurung”.

Penelitian juga menemukan bahwa penumpang hampir selalu memilih kursi kosong daripada duduk tepat di sebelah orang yang tidak dikenal. Pola ini menunjukkan kecenderungan alami untuk menghindari kontak sosial yang tidak perlu, terutama di ruang publik yang sempit.

Karena itu, kursi tengah sering menjadi pilihan terakhir. Duduk di tengah membuat seseorang terjepit di antara dua orang lain dan dianggap mengurangi ruang personal. Secara keseluruhan, penelitian Phillips menyimpulkan bahwa perilaku memilih tempat duduk di transportasi umum merupakan bagian dari upaya manusia menjaga kenyamanan psikologis. Fenomena orang enggan duduk di tengah bukan kebetulan, melainkan cara alami manusia melindungi “teritori” pribadinya dan mengurangi interaksi sosial yang dirasa tidak nyaman. Penelitian ini menyoroti bahwa kebiasaan memilih tempat duduk memang didorong oleh kebutuhan menjaga ruang pribadi dan mengurangi stres sosial.

Kursi tengah kosongPreferensi jendelaRuang pribadiStres sosialPerilaku penumpangPsikologi transportasiTeritori pribadi

Komentar

Memuat komentar...