Pertamina & SLB Jajaki Kerja Sama Teknologi Hulu Migas
Gambar atau konten salah?
PT Pertamina (Persero) dan perusahaan teknologi energi global SLB menjajaki peluang penguatan kerja sama di bidang teknologi hulu migas, digitalisasi, dan solusi rendah karbon. Penjajakan ini memanfaatkan momentum kunjungan kenegaraan dan keterlibatan bilateral antara pemerintah Indonesia dan Prancis.
Wakil Direktur Utama & Deputy CEO PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, menyampaikan bahwa kolaborasi teknologi memegang peranan penting dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung transformasi sektor energi nasional.
“Pertamina terus memperkuat kemitraan dengan pemain teknologi global untuk mendorong inovasi yang dapat meningkatkan kinerja operasional, mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi, serta mempercepat pengembangan solusi energi yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Oki dalam keterangan tertulis, Selasa (09 Juni 2026).
Kolaborasi ini berfokus pada penjajakan bersama atas potensi area kerja sama dalam:
- studi bawah permukaan
- perekahan multitahap (multistage fracturing/MSF)
- sumber daya nonkonvensional
- peningkatan perolehan minyak (enhanced oil recovery/EOR)
- efisiensi operasional
- penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture and Storage/CCS)
- pengembangan panas bumi
- penerapan kecerdasan buatan (AI) dan analitik untuk mendukung optimasi operasional
Kedua organisasi menegaskan kembali komitmen mereka untuk memperdalam kolaborasi ini dan menerjemahkan prioritas yang telah disepakati menjadi program-program konkret yang mendukung ketahanan energi dan tujuan transisi energi Indonesia.
Kolaborasi ini menandai langkah konkret dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui teknologi mutakhir dan solusi berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pajak 0% 50 Tahun untuk Investor PFII
Indonesia Kejar Rp 51.000 Triliun Dana Family Office Global
PFII Ditarget Beroperasi Tahun Ini, PP Masih Digodok
Pemerintah: Belum Ada Rencana Revisi Anggaran Pertahanan
Anggaran MBG Dipangkas, BGN Klaim Tak Lagi Rp 268 T
PHK Naik 32.389, Menkeu: Itu Siklus Wajar
