Pertamina, LanzaTech Tandatangani MoU, Sampah Jadi Etanol

Jaka M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
Pertamina, LanzaTech Tandatangani MoU, Sampah Jadi Etanol

Gambar atau konten salah?

PT Pertamina (Persero) dan LanzaTech menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Offshore Technology Conference (OTC) di Houston untuk mengembangkan solusi energi rendah karbon. Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza dan Chief Executive Officer LanzaTech, Jennifer Holmgren.

LanzaTech adalah perusahaan teknologi global yang mengubah gas limbah kaya karbon menjadi bahan bakar dan bahan kimia lewat fermentasi mikroba. Dengan pendekatan ekonomi sirkular, teknologi ini membantu industri menurunkan emisi sekaligus menciptakan nilai ekonomi dan mendukung ketahanan energi.

Kerja sama ini menitikberatkan pada teknologi waste to fuel, khususnya konversi sampah perkotaan menjadi etanol melalui proses fermentasi. Inisiatif ini bertujuan mengatasi tantangan pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang di sektor energi alternatif dan industri kimia berbasis karbon daur ulang.

Oki Muraza menegaskan bahwa Indonesia menghadapi dua tantangan utama: peningkatan volume sampah perkotaan dan kebutuhan energi bersih yang terus meningkat. Saat ini, volume sampah nasional mencapai sekitar 56,6 ribu ton per hari, sementara kebutuhan etanol diproyeksikan meningkat hingga 2,4 juta kiloliter pada 2030.

"Melalui kerja sama ini, kami mendorong solusi konkret untuk mengubah tantangan menjadi peluang, dengan mengonversi sampah menjadi bahan bakar bernilai ekonomi sekaligus mendukung transisi energi," ujar Oki dalam keterangan tertulis, Kamis 7 Mei 2026.

Dari sisi bisnis, kolaborasi ini membuka potensi pengembangan rantai nilai berbasis ekonomi sirkuler, mulai dari pengolahan sampah, produksi etanol, hingga pemanfaatan produk turunan seperti bahan bakar campuran dan bahan baku industri kimia. Model ini berpotensi menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah dan energi.

Jennifer Holmgren menjelaskan bahwa LanzaTech memiliki teknologi fermentasi berbasis mikroba yang mampu mengonversi berbagai sumber karbon menjadi produk bernilai tinggi, termasuk etanol. Dengan pengalaman global dan fasilitas komersial yang telah beroperasi di berbagai negara, serta teknologi yang bersifat modular dan dapat dikembangkan dalam skala besar, LanzaTech memiliki fleksibilitas untuk diimplementasikan dan diintegrasikan dengan infrastruktur eksisting, termasuk kilang dan sistem pengelolaan sampah kota.

Kerja sama ini juga diharapkan dapat mendorong pengembangan model ekonomi sirkuler yang terintegrasi, meningkatkan pasokan energi domestik, serta membuka peluang investasi di sektor energi bersih berbasis teknologi. Inisiatif ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi energi yang tidak hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi juga inovasi dan teknologi, dengan potensi pengembangan di berbagai kota besar di Indonesia.

Inisiatif ini menandai langkah konkret Indonesia menuju pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan dan peningkatan pasokan energi bersih, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi industri terkait.

PertaminaLanzaTechwaste to fuelfermentasi mikrobaetanolenergi rendah karbonekonomi sirkular

Komentar

Memuat komentar...