Pertamina Patra Niaga Tegaskan Stok BBM Aman 21 Hari
Gambar atau konten salah?
PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional tetap aman. Hal ini didukung oleh produksi yang telah berlangsung di kilang-kilang Pertamina sejak lama.
Direktur Operasi Kilang, Didik Bahagia, melakukan tinjauan kesiapan infrastruktur energi di Kilang Refinery Unit (RU) IV Cilacap dan Fuel Terminal Maos. Ia menemani anggota BPH migas pada 26 Maret 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Didik menyatakan bahwa rata‑rata stok BBM nasional berada di atas 21 hari. Ia juga menegaskan bahwa stok Avtur berada di atas 30 hari.
“Ketahanan stok rata‑rata BBM nasional kita di atas 21 hari, bahkan untuk Avtur mencapai di atas 30 hari,” ujar Didik dalam keterangan tertulis yang dikutip pada 27 Maret 2026.
Didik menambahkan bahwa pada periode Ramadan dan Idul Fitri kali ini, Kilang RU IV Cilacap menghadapi tantangan lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Tantangan tersebut terutama disebabkan oleh dinamika geopolitik global. Namun, ia menegaskan bahwa situasi dapat terkendali dan pengaturan distribusi ke wilayah‑wilayah yang menjadi jalur utama mudik serta arus balik masih berjalan lancar.
Kilang RU IV Cilacap menyumbang sekitar 30% dari kapasitas pengolahan nasional. Titik ini menjadi vital dalam menjaga ketahanan energi, terutama saat lonjakan kebutuhan BBM di masa Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 2026.
Anggota Komite BPH Migas, Eman Salman Arief, menjelaskan bahwa keandalan operasional kilang dan distribusi energi di wilayah tersebut telah disiagakan secara optimal sejak jauh hari. Ia menekankan koordinasi lintas sektor sebagai kunci keberhasilan.
“Kilang Cilacap terus melakukan inovasi dalam mendukung penyediaan BBM nasional. Salah satu rencana pengembangannya, nanti akan dibangun Biorefinery di Kilang Cilacap. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan selama periode Ramadan dan Idulfitri, juga dalam penyediaan energi nasional,” ungkap Eman. Ia juga mengingatkan agar kegiatan operasi kilang tetap menjaga aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
Dengan strategi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga berupaya memastikan pasokan BBM tetap stabil, meski menghadapi dinamika global. Kegiatan inovasi dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga ketahanan energi nasional, khususnya di masa-masa penting seperti Lebaran.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pajak 0% 50 Tahun untuk Investor PFII
Indonesia Kejar Rp 51.000 Triliun Dana Family Office Global
PFII Ditarget Beroperasi Tahun Ini, PP Masih Digodok
Pemerintah: Belum Ada Rencana Revisi Anggaran Pertahanan
Anggaran MBG Dipangkas, BGN Klaim Tak Lagi Rp 268 T
PHK Naik 32.389, Menkeu: Itu Siklus Wajar
