Pertamina Perbarui Data Konsumen, Buka 147 Helpdesk QR Code
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Pertamina Patra Niaga sedang memperbarui data konsumen supaya penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran. Langkah ini juga terkait evaluasi penggunaan QR Code di program Subsidi Tepat.
Pada 29 April 2024, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menerima aspirasi dari sopir truk mengenai penerapan barcode. Mereka melaporkan kendala teknis di lapangan dan khawatir kebijakan tersebut menghambat distribusi barang.
Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, mengatakan pemutakhiran data diperlukan agar penggunaan QR Code sesuai dengan kendaraan yang berhak. “Pemutakhiran data merupakan langkah strategis untuk memastikan penggunaan QR Code dan kuota BBM subsidi sesuai dengan kepemilikan kendaraan yang sah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kebijakan QR Code merupakan bagian dari program pemerintah agar penyaluran BBM subsidi seperti Biosolar dan Pertalite tepat sasaran. Pertamina hanya menjalankan penugasan distribusi. “Aksi yang dilakukan para sopir merupakan bentuk penyampaian aspirasi dan perhatian dari pelanggan. Pertamina memandang hal ini secara positif dan berkomitmen untuk terus mendengarkan serta menindaklanjuti setiap masukan yang ada,” tambahnya.
Terkait kendala QR Code, sistem disebut melakukan pemantauan berkala terhadap data kendaraan dan pola transaksi. Sistem juga mendeteksi anomali seperti pengisian berulang dalam waktu singkat atau di beberapa SPBU berbeda. Kondisi ini bisa memicu verifikasi ulang.
Untuk mengatasi masalah di lapangan, Pertamina membuka 147 helpdesk di Jawa Timur. Layanan ini ditujukan untuk mempercepat verifikasi dan mengaktifkan kembali QR Code. Dari 119 kendaraan yang mendaftar ulang, sebanyak 87 kendaraan (73,1 %) telah berhasil mengaktifkan kembali QR Code. Sementara 32 kendaraan (26,9 %) masih terkendala, antara lain karena nomor polisi belum terdaftar, QR Code terhapus, atau data kendaraan perlu diperbaiki.
Pertamina mengimbau pengguna yang datanya belum aktif segera melakukan pendaftaran ulang agar tetap dapat mengakses BBM subsidi tanpa hambatan.
Dengan memperbarui data dan membuka helpdesk, Pertamina Patra Niaga berusaha memastikan bahwa subsidi BBM sampai ke kendaraan yang benar-benar berhak. Langkah ini juga menunjukkan komitmen perusahaan untuk mendengarkan masukan pelanggan dan menindaklanjuti masalah teknis di lapangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pajak 0% 50 Tahun untuk Investor PFII
Indonesia Kejar Rp 51.000 Triliun Dana Family Office Global
PFII Ditarget Beroperasi Tahun Ini, PP Masih Digodok
Pemerintah: Belum Ada Rencana Revisi Anggaran Pertahanan
Anggaran MBG Dipangkas, BGN Klaim Tak Lagi Rp 268 T
PHK Naik 32.389, Menkeu: Itu Siklus Wajar
