Pertamina Perluas Pertamax Green 95 ke 180 SPBU di Indonesia
Gambar atau konten salah?
PT Pertamina Patra Niaga terus memperluas pemanfaatan energi ramah lingkungan. Salah satu langkahnya adalah memperluas distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax Green 95 (RON 95) yang kini sudah tersedia di 180 SPBU di seluruh Indonesia.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa “Hingga 2025, layanan Pertamax Green 95 telah tersedia di 180 SPBU dan akan terus diperluas untuk memberikan pilihan energi yang lebih rendah emisi bagi masyarakat,” dalam keterangan resminya pada Jumat, 19 Juni 2026.
Perusahaan juga mengembangkan pemanfaatan bioenergi sebagai bagian dari upaya mencapai target transisi energi nasional. Di antaranya, dukungan terhadap produk bahan bakar pesawat Sustainable Aviation Fuel (SAF/Bioavtur).
Roberth menegaskan, “kami berkomitmen menjaga ketahanan energi nasional, memperluas akses energi yang berkeadilan, serta mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.”
Selain itu, PT Pertamina Patra Niaga terus menggalakkan Program Subsidi Tepat BBM dan LPG melalui integrasi sistem digital. Hal ini membuat penyaluran subsidi menjadi lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerima. Program ini telah diterapkan di 513 kabupaten/kota.
Untuk mendukung pemerataan energi, perusahaan menjalankan Program BBM Satu Harga yang telah hadir di 588 titik di seluruh Indonesia. PT Pertamina Patra Niaga juga mengoperasikan 421 SPBU Nelayan untuk mendorong produktivitas sektor perikanan dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.
Infrastruktur energi nasional saat ini didukung oleh lebih dari 125 terminal BBM, ribuan SPBU, 40 terminal LPG, 72 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), jaringan pipa, armada mobil tangki, armada kapal, dan dukungan transportasi udara yang tersebar di seluruh Indonesia. “Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung distribusi energi nasional dan memastikan keandalan pasokan hingga ke wilayah dengan tantangan geografis tinggi,” tegasnya.
Roberth menambahkan, sepanjang 2025, PT Pertamina Patra Niaga akan terus meningkatkan kapasitas terminal BBM dan fasilitas penyimpanan strategis, khususnya di wilayah Indonesia Timur dan daerah dengan pertumbuhan konsumsi energi yang tinggi.
Pengembangan TBBM Maumere yang dimulai pada pertengahan tahun 2025 dimaksudkan untuk meningkatkan kehandalan operasi khususnya pada area NTT NTB dan sekitarnya.
Subholding Downstream Pertamina ini juga berhasil melaksanakan commisioning untuk pekerjaan Pembangunan TBBM Tanjung Batu tahap 1 yang bertujuan untuk meningkatkan kehandalan penyaluran di area Kalimantan dan sekitarnya.
Secara keseluruhan, PT Pertamina Patra Niaga menunjukkan komitmen kuat terhadap transisi energi nasional dengan memperluas distribusi bahan bakar ramah lingkungan, memperkuat infrastruktur, dan memanfaatkan teknologi digital untuk penyaluran subsidi. Langkah-langkah ini menandai upaya berkelanjutan untuk menyediakan energi yang lebih bersih dan dapat diakses secara merata di seluruh Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Indonesia-Kuwait Perkuat Kerja Sama Energi, Trade, Investasi
KKP Gratis Sertifikasi Mutu Perikanan Online di OSS 2026
Harga Emas Antam 24K Turun Menjadi Rp 2,673.000 per Gram Sejak 19 Juni 2026
PBK DANA: Posko Bantuan Offline dan Live Streaming untuk Pengguna
Panselnas Hapus Penalti Rp 100 Juta pada Seleksi 2026
Badai Pasir Hancurkan Perkampungan, 23 Korban Ditemukan
Berita Terbaru
Letusan Semeru 19 Juni: Pendakian Puncak Ditutup di Bromo
Resep Ayam Goreng Mentega, Lengkuas, & Asam Manis Populer
Pertamina Perluas Pertamax Green 95 ke 180 SPBU di Indonesia
Ketoprak Jakarta Tetap Favorit, Banyak Lokasi Populer
Pria Pakai Kebaya di Kirab Pusaka Dalem Viral Kontroversi
Indonesia-Kuwait Perkuat Kerja Sama Energi, Trade, Investasi
Jokowi Minta PSI Mendukung Pemerintahan Prabowo‑Gibran
Luis Romo Gol 1‑0, Mexico Juara Grup A di Guadalajara
Rumor Erupsi Besar Gunung Lawu: BMKG Belum Konfirmasi
