Pertamina Siap Lintas Selat Hormuz Setelah Iran Setujui

Putri N. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 104 dibaca
Bisik.id
Pertamina Siap Lintas Selat Hormuz Setelah Iran Setujui

Gambar atau konten salah?

Pada akhir bulan Maret 2026, dua kapal milik Pertamina belum dapat melintas Selat Hormuz karena pemerintah Iran menutup jalur tersebut di tengah konflik yang memanas dengan Amerika Serikat dan Israel. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelayaran Indonesia, karena Selat Hormuz merupakan pintu gerbang penting bagi arus minyak global.

Pada hari Sabtu, 28 Maret 2026, Yvonne Mewengkang, jubir Kementerian Luar Negeri, mengumumkan bahwa Kedubes Iran di Jakarta dan pihak-pihak Iran terkait di Teheran telah menyampaikan pertimbangan positif pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz. “Dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan koordinasi Kemlu dan KBRI Teheran dengan pihak Pertamina, Kedubes Iran di Jakarta dan pihak-pihak Iran terkait di Teheran, Kedubes Iran telah sampaikan pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz,” ujarnya.

PT Pertamina International Shipping (PIS) sudah memulai persiapan teknis untuk melintasi Selat Hormuz. Vega Pita, Corporate Secretary PIS, menyatakan bahwa perusahaan terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk menyiapkan prosedur perlintasan. Saat ini, kedua kapal Pertamina, Pride dan Gamsunoro, masih berada di Teluk Arab atau Teluk Persia, menunggu sinyal selanjutnya.

Pada Minggu, 29 Maret 2026, Vega Pita menegaskan bahwa PIS bersama dengan Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman. “PIS bersama dengan Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” ujar Vega.

Vega juga menekankan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan sejak isu ini muncul. “Sejak isu ini muncul, PIS telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak Kemlu, yang secara aktif menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait. Hingga saat ini, upaya diplomasi tersebut terus berjalan,” tutur Vega. Ia menambahkan bahwa keselamatan awak kapal dan keamanan muatan tetap menjadi prioritas utama, dan memohon doa serta dukungan publik Indonesia.

Di sisi lain, Dwi Anggia, juru bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, menyatakan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan pihak-pihak terkait, termasuk Pertamina, untuk mendukung kelancaran proses perlintasan dua kapal berbendera Indonesia di Selat Hormuz.

Dwi Anggia menambahkan bahwa pemerintah tengah melakukan diversifikasi sumber energi dengan membuka opsi pasokan minyak mentah dan BBM dari kawasan selain Timur Tengah. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk memperluas sumber impor minyak dari berbagai negara guna menjaga kesinambungan pasokan dalam negeri.

Sebagai informasi, sepanjang 2025 Pertamina mengimpor 135,33 juta barel minyak mentah, dengan sekitar 19% atau 25,36 juta barel di antaranya berasal dari Arab Saudi. 135,33 juta barel mencerminkan volume besar yang diandalkan oleh Indonesia, sementara diversifikasi menjadi strategi mitigasi risiko pasokan.

Selain Arab Saudi, pasokan minyak mentah Indonesia berasal dari berbagai sumber, antara lain Afrika, Amerika Latin, Amerika Serikat, Malaysia, dan sejumlah negara lainnya. Indonesia juga memiliki kerja sama jangka panjang dengan Singapura dan Malaysia untuk pasokan produk BBM, memperkuat jaringan logistik energi nasional.

Perlindungan kapal Pertamina di Selat Hormuz menandai dinamika geopolitik yang memengaruhi arus energi global. Kerja sama diplomatik antara Indonesia, Iran, dan pihak terkait menunjukkan upaya menjaga keamanan pelayaran. Sementara itu, diversifikasi sumber energi menjadi kebijakan strategis Indonesia untuk menanggulangi ketergantungan pada satu kawasan.

PertaminaSelat HormuzIrandiplomasidiversifikasi energiminyak mentahkeamanan pelayaran

Komentar

Memuat komentar...