Pertamina Sukses Selesaikan Shutdown & Tie‑In OO‑OX Jawa Barat

Ani R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 67 dibaca
Bisik.id
Pertamina Sukses Selesaikan Shutdown & Tie‑In OO‑OX Jawa Barat

Gambar atau konten salah?

PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) telah menyelesaikan fase krusial total shutdown dan tie‑in proyek Pengembangan Lapangan OO‑OX. Fase ini menandai titik penting dalam pengembangan ladang yang berpotensi menambah 3.000 barel minyak per hari (BOPD) dan 21‑22 juta standar kaki kubik (MMSCFD) gas bumi.

Project Lead OO‑OX, Asep Gunawan, menegaskan bahwa fase ini merupakan tahapan paling kompleks dalam proyek. Penanganan jaringan pipa dari Sumur OOA ke OPF Balongan dilaksanakan pada 7‑12 Februari 2026 melalui total shutdown terencana selama 120 jam.

Pekerjaan meliputi peningkatan sistem, penyambungan pipa, serta instalasi elektrikal dan instrumen secara simultan. Semua dilakukan di tengah tantangan cuaca musim monsun, yang memerlukan koordinasi ketat antar tim.

Ketepatan waktu penyelesaian fase ini penting untuk menjaga pasokan gas ke Kilang Balongan dan memastikan keberlanjutan produksi bahan bakar minyak (BBM) nasional. Tanpa kelancaran fase ini, pasokan gas dapat terganggu, mempengaruhi rantai pasok energi di wilayah tersebut.

“Pada periode golden moment, saat aliran hidrokarbon dihentikan sementara, kami melakukan pengelasan di tujuh titik secara simultan dengan tetap mengedepankan keselamatan. Integrasi aset eksisting dan sistem baru menjadi kunci agar operasional ke depan lebih efisien dan andal,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (30 Maret 2026).

Asep menilai keberhasilan ini juga ditopang oleh kolaborasi lintas fungsi yang solid, disiplin eksekusi proyek, serta penerapan prinsip 4P (People, Plant, Process, dan Product) dalam setiap tahapan pekerjaan. Seluruh aktivitas dilakukan dengan implementasi standar dan pengawasan ketat sebelum memasuki fase berikutnya.

Menurutnya, komitmen terhadap keselamatan kerja tercermin dari capaian lebih dari 3 juta jam kerja selamat selama pelaksanaan proyek, yang menjadi bukti konsistensi tim dalam menjaga standar HSSE di tengah pekerjaan berisiko tinggi dan operasional simultan yang kompleks.

Sementara itu, General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama menambahkan bahwa keberhasilan ini memastikan proyek tetap on‑stream sesuai target dengan moto yang selalu diimplementasikan di Zona 5, Safer, Faster, Better. Proyek OO‑OX selanjutnya memasuki tahap commissioning atau uji coba sistem secara menyeluruh dan ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal I 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

“Prinsip kami jelas. Keselamatan adalah fondasi utama sebelum bergerak lebih cepat dan memberikan hasil terbaik bagi ketahanan energi Indonesia,” tuturnya.

Dengan fase shutdown dan tie‑in yang berhasil, PHE ONWJ menunjukkan bahwa koordinasi teknis, disiplin keselamatan, dan kolaborasi lintas fungsi dapat menghasilkan progres signifikan pada proyek energi berskala besar. Keberhasilan ini menegaskan pentingnya manajemen risiko dan standar operasional tinggi dalam menjaga pasokan energi nasional.

Pertamina Hulu EnergiPengembangan Lapangan OO-OXTotal ShutdownTie‑InPasokan GasKeselamatan KerjaKomitmen 4PKetahanan Energi Nasional

Komentar

Memuat komentar...