Petron Terima 700 Ribu Bareln Minyak Rusia, Pertama 5 Tahun
Gambar atau konten salah?
Petron Corp di Filipina melaporkan penerimaan pengiriman minyak mentah Rusia yang melebihi 700 ribu barel. Pemberitahuan ini muncul beberapa hari setelah negara tersebut mengumumkan darurat energi nasional akibat konflik di Timur Tengah.
Menurut laporan Barron's, Kapal Sara Sky berbendera Sierra Leone, yang membawa minyak mentah berkualitas tinggi dari pipa ESPO Rusia, tiba di pelabuhan Limay di luar Manila pada 23 Maret 2026. Dokumen pengiriman menunjukkan Petron Corp sebagai penerima barang. Seorang jurnalis AFP mengamati kapal tersebut berlabuh di pelabuhan Limay, tempat kilang Petron berada. Pengiriman ini diperkirakan menjadi minyak Rusia pertama yang masuk ke Filipina dalam lima tahun terakhir.
CEO Petron, Ramon Ang, sebelumnya menyatakan perusahaan sedang berbincang untuk membeli minyak Rusia. Namun, ketika pengiriman tiba, ia menolak untuk mengonfirmasi detail lebih lanjut.
Presiden Filipina, Ferdinand Marcos, mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mencari bahan bakar secara luas. Ia menegaskan bahwa persediaan negara semakin menipis, diperkirakan hanya akan bertahan selama 45 hari lagi. “Kami tidak hanya menghubungi pemasok minyak tradisional kami, kami juga telah mencoba untuk mengeksplorasi sumber lain yang tidak terpengaruh oleh perang di Timur Tengah. Tidak ada yang dikesampingkan. Kami sedang mempertimbangkan semuanya, semua yang dapat kami lakukan,” kata Marcos dalam konferensi pers yang membahas keadaan darurat.
Departemen Energi Filipina telah menyiapkan US$ 332 juta sebagai dana darurat untuk mengamankan pasokan bahan bakar. Langkah ini diambil sebagai tindakan proaktif di tengah ketidakpastian pasokan.
Awal pekan ini, Filipina juga merencanakan peningkatan produksi pembangkit listrik tenaga batu bara. Langkah ini bertujuan menjaga tarif listrik tetap rendah, mengingat kenaikan biaya gas alam cair (LNG). Negara tersebut harus sementara bergantung pada bahan bakar fosil.
Pengiriman minyak Rusia ini menandai upaya Filipina untuk diversifikasi sumber energi di tengah tekanan global. Langkah-langkah darurat dan penyesuaian produksi menunjukkan kesiapan negara menghadapi fluktuasi pasokan energi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pajak 0% 50 Tahun untuk Investor PFII
Indonesia Kejar Rp 51.000 Triliun Dana Family Office Global
PFII Ditarget Beroperasi Tahun Ini, PP Masih Digodok
Pemerintah: Belum Ada Rencana Revisi Anggaran Pertahanan
Anggaran MBG Dipangkas, BGN Klaim Tak Lagi Rp 268 T
PHK Naik 32.389, Menkeu: Itu Siklus Wajar
