PINDEX 2026: Pertamina Patra Niaga Pamer Teknologi Energi

Nita W. · 4 min baca · 1 jam lalu · 35 dibaca
Bisik.id
PINDEX 2026: Pertamina Patra Niaga Pamer Teknologi Energi

Gambar atau konten salah?

PT Pertamina Patra Niaga resmi membuka PINDEX 2026 di ICE BSD Hall 10, Tangerang pada 3 hingga 5 Juni 2026. Acara perdana ini menampilkan forum dan pameran teknologi, menonjolkan inovasi di sektor energi hilir.

Acara ini dirancang untuk mempertemukan pelaku industri, mitra teknologi, akademisi, komunitas, dan masyarakat. Pengunjung diajak melihat perkembangan teknologi, infrastruktur, dan inovasi yang mendukung ketahanan serta kemandirian energi nasional.

Dalam upacara pembukaan pada 3 Juni 2026, Direktur Utama Mars Ega Legowo Putra menyatakan, “Kegiatan ini bukan sekedar pameran, kita membuat konsep kegiatan untuk saling berbagi ilmu dan teknologi, serta melihat opportunity. Jadi, ini bukan sekedar forum pertemuan antara supplier dengan buyer, tapi ini adalah forum antara supplier dengan buyer saling berbagi dan mencari opportunity, kemudian bersama-sama membuat value creation.”

Ia menambahkan, “Kami di Pertamina Patra Niaga, menantang rekan-rekan yang mempunyai inovasi teknologi untuk mewujudkan wajah baru Pertamina Group.”

Mars Ega juga menyinggung upaya reformasi SPBU melalui teknologi dispensing pump yang tidak hanya mengukur BBM, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembayaran. Ia mencontohkan inovasi mobil tangki BBM yang pernah ditemui di negara lain, di mana pegas memungkinkan tangki berada pada sudut tertentu saat proses pembongkaran muatan, sehingga tidak memerlukan ganjalan tambahan ketika menyalurkan BBM. Menurutnya, konsep semacam itu dapat menjadi inspirasi untuk mengembangkan desain SPBU dan kendaraan operasional yang lebih modern dan efisien.

Ia menegaskan, “Karena itu, kegiatan ini akan menjadi forum penting tahunan, forum engineering dan innovation bukan sekadar forum exhibition. Kami berharap forum ini menjadi forum mendekatkan produk-produk Pertamina kepada masyarakat.”

Acara ini melibatkan lebih dari 70 mitra industri dan perusahaan, menampilkan inovasi serta teknologi terkini. Direktur Optimasi Hilir & Distribusi, Hari Purnomo, menjelaskan, “Sebenarnya ide ini sudah digagas sejak tahun lalu sebagai upaya untuk berbagi informasi terkini soal teknologi yang terkait dengan infrastruktur. Ada 74 mitra yang bersedia untuk saling berkolaborasi dan menampilkan pengembangan teknologi infrastruktur saat ini.”

Hari Purnomo menambahkan, “Selama tiga hari ini, kita akan saling berbagi terkait teknologi. Kemudian, ada inovasi showcase yang bisa disaksikan untuk melihat produk apa yang mereka bawa untuk saling berbagi informasinya. Kami berharap dengan adanya PINDEX 2026 bisa mengupgrade knowledge, meningkatkan ekonomi dan para mitra bisa sharing hal-hal terbaru apa yang bisa dikolaborasikan.”

Corporate Secretary, Roberth Marcelino V Dumatubun, mengungkapkan tujuan acara: “Seperti kita ketahui saat ini, kondisi migas di Indonesia dari sisi pendistribusian di lapangan melalui filter, kita memerlukan teknologi-teknologi terkini yang tidak saja sophisticated secara teknologi, tapi juga ramah lingkungan.” Ia menegaskan, “Event ini akan menjadi sebuah event pertama kali yang dilaksanakan dan harapannya akan terus dilaksanakan di tahun-tahun ke depan. Tujuannya tentunya adalah mencari teknologi yang paling modern, teknologi yang paling canggih, tapi juga teknologi yang mengedepankan aspek lingkungan.”

Setyo Pitoyo, Direktur Infrastruktur Proyek dan Asset Integrity, memaparkan teknologi yang digunakan di proyek Green Refinery Cilacap. “Teknologi yang kami gunakan adalah teknologi dari Haldor Topsoe. OPSS ini adalah licensor unit untuk konversi minyak jelantah, kami menggunakan merek dagang Hydroflex. Kemudian untuk licensor hidrogen manufaktur, kami menggunakan Axens,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa SAF produksi Pertamina telah teruji secara komersial melalui tiga kali uji terbang. “Yang pertama kami menggunakan pesawat CN-235, alhamdulillah berjalan dengan baik. Yang kedua kami menggunakan pesawat komersial Garuda menggunakan Boeing 737-800 rute Jakarta-Solo. Dan yang terakhir, pada tanggal 18 Agustus 2025, kami menggunakan pesawat Pelita Air dengan SAF kurang lebih sekitar 2,5% dengan rute penerbangan komersial Jakarta-Denpasar, dan alhamdulillah berjalan dengan baik,” tuturnya.

Setyo menegaskan pentingnya partisipasi semua pihak: “Kami berharap semua yang ada di sini bisa berpartisipasi, yang nantinya bisa memberikan kemudahan bagi kami ketika harus membangun dan mengembangkan infrastruktur di downstream.”

Para pengunjung menyambut antusias gelaran perdana ini. Danang, salah satu pengunjung, menilai PINDEX 2026 memberi kemudahan nyata bagi para pelaku industri. “Banyaknya stan baru dan vendor-vendor berkumpul jadi kalau kita nyari apa-apa itu lebih gampang, dan bisa hands‑on langsung kalau kita butuh lihat‑lihat,” ungkapnya. Ia juga menyoroti inovasi teknologi sensor ATG yang terintegrasi dan dapat memonitor volume secara real‑time sebagai salah satu produk teknologi terkini di pameran.

Ian, pengunjung lainnya, mengapresiasi tema Green Refinery yang diusung. Ia berharap forum ini terus berkembang sebagai jembatan antara para vendor dan subholding yang berpartisipasi. “Cukup bagus, soalnya bisa menjadi salah satu wadah untuk membantu menjaga ketahanan energi nasional,” katanya.

Para peserta pameran juga menyampaikan antusiasme. Muhammad Rauf Fitrana, Sales & Application Engineer PT Komoto Delta Technologies, mengungkapkan meski baru hari pertama, sudah banyak pengunjung yang datang. “Kita di sini menghadirkan berbagai teknologi. Di sini kita juga menyediakan manual sehingga kalau ada tamu yang datang kita bisa jelasin semuanya,” katanya. “Sejauh ini antusiasme pengunjung cukup ramai mungkin karena masih baru hari pertama, tapi ada beberapa yang datang dan nanya segala macam TKDN-nya bagaimana, prosesnya seperti apa, apa dirakit di sini,” pungkasnya.

Informasi lebih lanjut terkait agenda kegiatan, registrasi, serta daftar exhibitor dapat diakses melalui https://pindex.co.id atau melalui aplikasi MyPertamina.

Acara ini menandai langkah pertama PT Pertamina Patra Niaga dalam memfasilitasi dialog dan kolaborasi industri energi hilir. Dengan melibatkan lebih dari tujuh puluh mitra, menampilkan inovasi teknologi, dan menekankan aspek lingkungan, PINDEX 2026 menjadi platform penting bagi pengembangan infrastruktur energi yang lebih modern dan berkelanjutan. Pameran ini juga memperlihatkan komitmen perusahaan terhadap pengembangan teknologi bersih, seperti proyek Green Refinery Cilacap yang menghasilkan Sustainable Aviation Fuel dan Hydrotreated Vegetable Oil. Melalui forum ini, Pertamina Patra Niaga berharap dapat memperkuat ekosistem energi nasional, memfasilitasi pertukaran pengetahuan, dan mempercepat adopsi solusi inovatif di sektor downstream.

Pertamina Patra NiagaPINDEX 2026Energi HilirGreen RefinerySustainable Aviation FuelInfrastrukturInovasi Teknologi

Komentar

Memuat komentar...