PLN Sukses Pulih Listrik Sumatra, 8,3 Juta Pelanggan Wujud

Cahyo S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 109 dibaca
Bisik.id
PLN Sukses Pulih Listrik Sumatra, 8,3 Juta Pelanggan Wujud

Gambar atau konten salah?

PT PLN (Persero) terus memulihkan sistem kelistrikan di Sumatra secara bertahap setelah gangguan pada Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi 275 kilovolt (kV) Muara Bungo‑Sungai Rumbai di Jambi. Gangguan tersebut terjadi pada Jumat (22 Mei 2026) dan memengaruhi jaringan transmisi di seluruh pulau.

Pada pukul 10.00 WIB Sabtu (23 Mei 2026), lebih dari 8,3 juta pelanggan kembali menikmati listrik, sementara total pelanggan terdampak mencapai 13,1 juta.

Setelah gangguan mulai pada pukul 18.44 WIB Senin (22 Mei 2026), PLN langsung memulai pemeriksaan dan pemulihan jaringan.

Pemulihan dilakukan secara simultan, mulai dari transmisi, gardu induk, hingga pembangkit di seluruh sistem Sumatra. Ratusan personel bekerja 24 jam di wilayah terdampak, termasuk Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara, dan Aceh.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, hingga Sabtu (23/5) pukul 10.00 WIB, lebih dari 3.192 MW pasokan listrik telah berhasil disalurkan dari total 5.334 MW yang sebelumnya terdampak. Selain itu, sebanyak 157 gardu induk dari total 176 gardu induk terdampak telah kembali beroperasi. Sehingga, sebanyak 8.351.670 pelanggan terdampak juga kembali mendapat pasokan listrik.

Saat ini seluruh petugas dan tim teknis PLN bekerja penuh selama 24 jam di lapangan. Proses pemulihan terus berjalan dan kami all out agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman," ujar Darmawan dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/5/2026).

Indikasi awal menunjukkan gangguan disebabkan cuaca buruk yang kemudian berdampak pada sebagian sistem kelistrikan Sumatera.

Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatra, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit dan memicu efek domino gangguan di sejumlah wilayah," jelas Darmawan.

Ia menjelaskan, dalam waktu sekitar dua jam, jaringan transmisi yang terganggu berhasil dipulihkan kembali. Usai berhasil memulihkan jaringan transmisi, fokus utama PLN adalah mengoperasikan kembali pembangkit‑pembangkit yang sebelumnya terdampak untuk kemudian diselaraskan kembali dengan sistem transmisi yang telah siap.

Proses penyalaan pembangkit dilakukan secara sistematis dan bertahap dengan tetap mengutamakan keamanan sistem. Pembangkit berbasis hidro dan gas dapat langsung membantu menyuplai sistem sebagai fast response untuk mempercepat recovery_awal. Sementara pembangkit thermal seperti PLTU membutuhkan waktu lebih lama, antara 15 hingga 20 jam mulai dari start-up, sinkron dan beroperasi penuh," ujarnya.

Ia menambahkan, PLN terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, pemerintah daerah, aparat terkait, dan seluruh pemangku kepentingan agar proses pemulihan berjalan lancar. Seluruh upaya saat ini difokuskan untuk mempercepat pemulihan sistem agar pasokan listrik masyarakat dapat kembali normal dengan tetap menjaga keandalan sistem.

Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami terus siaga agar sistem kelistikan bisa segera pulih dan masyarakat bisa kembali menikmati listrik dengan secepat mungkin," tutup Darmawan.

Pemulihan ini menandai upaya PLN untuk menjaga stabilitas jaringan listrik di Sumatra setelah gangguan cuaca, menunjukkan kesiapan teknis dan koordinasi lintas lembaga dalam mengembalikan pasokan listrik secara bertahap dan aman.

PT PLNSumatraSaluran Udara 275 kVPemulihan TransmisiGangguan CuacaPembangkit HidroKeandalan Jaringan

Komentar

Memuat komentar...