Polisi Selamatkan Mudik Beruntun di Desa Bodeh, Pekalongan

Yuli S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 50 dibaca
Bisik.id
Polisi Selamatkan Mudik Beruntun di Desa Bodeh, Pekalongan

Gambar atau konten salah?

Arif berusia 37 tahun, bersama istri dan anaknya, berencana mudik dari Banyumas ke Pekalongan pada malam 22 Maret 2026. Perjalanan awalnya berjalan lancar, namun berubah ketika ia memilih rute alternatif melalui Desa Pabuaran yang ditunjukkan oleh aplikasi peta Google Maps.

Di tengah perjalanan, Arif berhenti sejenak untuk beristirahat dan menunaikan salat Maghrib. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan. Ia mengingat, “Sempat berhenti untuk beristirahat dan menunaikan salat Maghrib, sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Awalnya perjalanan terasa biasa saja, namun perlahan jalan yang dilalui semakin sempit, gelap, dan sunyi,” kata Arif, Senin 23 Maret 2026.

Jalanan menjadi semakin menakutkan. Mereka memasuki kawasan hutan dan perbukitan di Desa Parunggalih, Kecamatan Bodeh. Karena merasa tidak aman, Arif berusaha putar balik, namun keputusan datang terlambat. Hujan tiba‑tiba turun, membuat jalan tanah berubah menjadi licin dan berlumpur. Sepeda motor yang ia kendarai beberapa kali tergelincir. Tanpa penerangan dan bantuan, ia akhirnya mencoba menghubungi layanan darurat 110. Panggilan tersebut langsung direspons operator Polres Pemalang.

Anggota kepolisian yang menerima panggilan itu kemudian meneruskan informasi ke jajaran Polsek Bodeh. Petugas segera bergerak menuju lokasi. Polisi menyusuri medan sulit berupa jalan berlumpur dan kawasan hutan gelap untuk mencari keberadaan Arif dan keluarganya. Hingga akhirnya mereka berhasil menemukan mereka dalam kondisi selamat. Petugas kemudian mengevakuasi Arif bersama istri dan anaknya ke tempat yang lebih aman, yakni rumah perangkat desa setempat untuk beristirahat.

Polisi bersama warga juga kembali ke lokasi untuk mengevakuasi sepeda motor milik Arif yang tertinggal di jalur hutan. Meski harus melewati medan licin dan berat, kendaraan tersebut akhirnya berhasil dikeluarkan. Setelah situasi aman, Arif dan keluarganya bahkan diantar hingga tiba di rumah tujuan mereka di Desa Sidomulyo, Pekalongan. “Terima kasih, Kalau bukan karena bantuan polisi, mungkin tidak ada lagi yangenolong kami,” ungkap Arif.

Kombes Artanto, Kasatgas Humas Ops Ketupat Candi 2026, mengimbau para pemudik agar tetap menggunakan jalur resmi demi keselamatan selama perjalanan. “Kami mengingatkan kepada masyarakat, khususnya para pemudik, untuk tetap menggunakan jalur yang aman dan resmi. Jangan mudah tergiur jalur alternatif yang belum tentu aman, apalagi dalam kondisi cuaca yang tidak menentu,” tutur Artanto.

Peristiwa ini menegaskan betapa pentingnya mengikuti jalur resmi dan memanfaatkan bantuan darurat saat menghadapi kondisi jalan yang tidak terduga. Keberhasilan penyelamatan menandai peran vital polisi dalam menjaga keselamatan warga yang melakukan mudik di daerah pegunungan.

MudikBanyumasPekalonganPolres PemalangEvakuasiJalur alternatifKeselamatan

Komentar

Memuat komentar...