Prabowo Minta Nafta Alternatif, Tarif LPG 0% di Indonesia

Jaka M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 51 dibaca
Bisik.id
Prabowo Minta Nafta Alternatif, Tarif LPG 0% di Indonesia

Gambar atau konten salah?

Prabowo Subianto memerintahkan Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, untuk mencari pasokan bahan baku plastik nafta dari negara lain. Langkah ini bertujuan menekan harga plastik kemasan di dalam negeri.

Arti arahan tersebut disampaikan oleh Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dalam konferensi pers di kantor pusatnya di Jakarta Pusat. Ia menjelaskan bahwa pasokan nafta terganggu karena penutupan Selat Hormuz.

“Kemarin Bapak Presiden meminta kepada Menteri ESDM untuk mencarikan sumber-sumber nafta yang lain,” kata Airlangga pada 28 April 2026. Ia menargetkan negara alternatif agar dapat mengimpor nafta pada Mei 2026. Negara yang sedang dilirik antara lain India, Afrika, dan Amerika Serikat.

“Sedang dicarikan. Targetnya kita harapkan bulan Mei, nanti kita lihat lagi,” ucap Airlangga. Ia menekankan bahwa pemerintah juga mengumumkan penghapusan bea masuk impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) bagi industri, yang sebelumnya sebesar 5%. Kebijakan ini dimaksudkan agar industri petrokimia dapat beralih menggunakan LPG sebagai bahan baku alternatif plastik, mengingat sulitnya memperoleh nafta.

Perubahan bea masuk LPG akan berlaku selama enam bulan mulai Mei 2026. Pemberlakuan akan diatur lewat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin). Airlangga menjelaskan, “Impor LPG bea masuknya diturunkan dari 5% menjadi 0% sehingga refinery bisa memperoleh bahan baku alternatif dari nafta ke LPG karena refinery ini dibutuhkan untuk bahan baku plastik.”

Selain LPG, semua jenis plastik seperti polypropylene, polyethylene, Linear Low-Density Polyethylene (LLDPE), dan High-Density Polyethylene (HDPE) akan diberikan tarif impor 0%. Langkah ini diambil untuk mencegah kenaikan harga makanan dan minuman yang menggunakan kemasan plastik.

“Nanti kita lihat situasi sesudah enam bulan seperti apa. Jadi kebijakan yang kita ambil ini juga diambil negara lain seperti India. Jadi kita mengikuti agar packaging ini tidak meningkatkan bahan-bahan makanan dan minuman,” ucap Airlangga.

Dengan menurunkan tarif dan mencari sumber nafta alternatif, pemerintah berharap dapat menstabilkan pasokan bahan baku plastik dan menjaga harga kemasan tetap terjangkau bagi konsumen.

Prabowo SubiantoBahlil LahadaliaNaftaLPGPlastikSelat HormuzBea masuk

Komentar

Memuat komentar...