Prabowo Rapat Tentang Giant Sea Wall, Fokus Akad Mahasiswa

Wulan M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 69 dibaca
Bisik.id
Prabowo Rapat Tentang Giant Sea Wall, Fokus Akad Mahasiswa

Gambar atau konten salah?

Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, untuk membahas proyek Giant Sea Wall. Dalam pertemuan tersebut, beberapa pejabat diundang, salah satunya adalah Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (Pantura), Didit Herdiawan Ashaf.

Didit melaporkan bahwa proyek masih berada di tahap perencanaan. Ia mengatakan, “Masih dalam tahap perencanaan dan kita akan mendalami lagi untuk kegiatan‑kegiatan yang ada kaitannya dengan konstruksi,” setelah rapat selesai pada Senin, 20 April 2026. Ia menegaskan tidak ada keputusan baru yang diambil selama sesi siang itu.

Ketika ditanya kapan pembangunan akan dimulai, Didit menjawab bahwa pembangunan dapat dipercepat, namun belum ada target waktu yang spesifik. Ia berulang, “Target pembangunan ya dalam waktu yang belum ditentukan, tetapi paling tidak bisa dipercepat.”

Didit juga menjelaskan bahwa perhitungan waktu masih berlangsung karena proyek ini terkait dengan sumber daya di Indonesia. Ia menambahkan, “Rencana dari hasil hitungan masih dihitung waktunya, karena kan berkaitan sama resources yang ada di Indonesia kita manfaatkan semua. Jadi, salah satu yang utama kita bisa memanfaatkan soal lingkungan jadi kita absorb hal‑hal yang ada kaitannya dengan waste.”

Ia enggan memberikan rincian tentang kebutuhan investasi dan rencana pendanaan. Informasi tersebut belum tersedia pada saat rapat.

Di sisi lain, Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), menyatakan bahwa proyek ini akan melibatkan hasil penelitian dari kampus-kampus di Indonesia. Ia mengutip, “Jadi dosen‑dosen yang selama ini penelitian‑penelitian yang ada di kampus yang mendukung untuk percepatan dan menjadi lebih efisien tentang pengembangan Giant Sea Wall itu diminta untuk terlibat.”

Brian menambahkan bahwa ia akan mengundang beberapa profesor yang memiliki keahlian dalam pembangunan tanggul laut. Ia berkata, “Iya jadi langsung nanti minggu depan kami akan mengundang beberapa guru besar yang memang sudah memiliki keahlian dan terlibat pada beberapa kasus untuk beberapa projek, ya. Untuk pembuatan daratan, reklamasi dan sejenisnya itu kita akan ajak untuk bertemu dengan Kepala Badan Otorita Tanggul Laut di Indonesia.”

Proyek Giant Sea Wall sebelumnya telah menggunakan penelitian yang diterapkan pada pembangunan tanggul laut di proyek Tol Demak‑Semarang. Keterlibatan akademisi diharapkan dapat mempercepat dan meningkatkan efisiensi pembangunan.

Secara keseluruhan, proyek masih berada di fase perencanaan. Keputusan akhir mengenai jadwal, investasi, dan rincian teknis masih menunggu hasil perhitungan lebih lanjut. Keterlibatan universitas dan tenaga ahli diharapkan menjadi kunci dalam memajukan inisiatif ini.

Giant Sea WallPrabowo SubiantoPanturaketerlibatan akademisipembangunan tanggul lautinvestasipembiayaan

Komentar

Memuat komentar...