Presiden Tandatangani Hilirisasi Tembaga dan Emas Gresik

Agus P. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 62 dibaca
Bisik.id
Presiden Tandatangani Hilirisasi Tembaga dan Emas Gresik

Gambar atau konten salah?

Jakarta, 30 April 2026 – Pada hari Kamis, Presiden Prabowo Subianto menandatangani batu loncatan untuk 13 proyek hilirisasi strategis nasional yang akan memulai pembangunan di berbagai wilayah. Salah satu proyek yang mendapat sorotan khusus adalah hilirisasi tembaga dan emas di KEK Gresik, tepatnya di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Jawa Timur.

Proyek hilirisasi ini dikembangkan oleh MIND ID, perusahaan yang berfokus pada pengembangan rantai nilai tambang. Rencana mereka mencakup pembangunan Brass Mill, Brass Cup, serta fasilitas manufaktur logam mulia yang menggunakan anode slime sebagai bahan baku.

Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral MIND ID, Tedy Badrujaman, menegaskan bahwa hilirisasi merupakan bagian penting dari proyek strategis nasional. “Ini adalah momentum untuk menegaskan arah besar pembangunan nasional bahwa Indonesia memilih untuk berdiri sebagai bangsa industri yang berdaulat,” ujar Tedy dalam keterangan tertulis JIIPE, Kamis (30 April 2026). Ia menekankan bahwa hilirisasi tidak hanya berfokus pada ekspor sumber daya, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah di dalam negeri melalui pengolahan yang terintegrasi.

Proses hilirisasi di JIIPE melibatkan pengolahan tembaga menjadi produk utama serta produk turunan berupa lumpur anoda yang mengandung logam mulia seperti emas dan perak. Lumpur anoda tersebut kemudian menjadi bahan baku dalam proses pemurnian logam mulia di dalam negeri, sehingga menghasilkan emas murni melalui fasilitas pemurnian domestik. Selain logam mulia, pengembangan hilirisasi juga mencakup produk turunan tembaga seperti batang, kawat, dan berbagai komponen berbasis tembaga yang mendukung sektor manufaktur.

Keberhasilan hilirisasi tidak hanya ditentukan oleh fasilitas produksi, tetapi juga oleh kesiapan infrastruktur yang mendukung kelancaran operasional industri. Jalan Raya Daendels-Manyar, yang terhubung langsung dengan pintu utama KEK Gresik serta memiliki akses lancar menuju kawasan pelabuhan yang terintegrasi dengan kawasan industri, menjadi bagian penting dalam mendukung operasional hilirisasi.

Di sisi lain, pengembangan infrastruktur logistik di dalam kawasan juga dilakukan untuk memastikan arus barang dari area produksi ke pelabuhan berjalan tanpa hambatan. Salah satunya melalui pembangunan jalur dengan lebar right of way (ROW) hingga 80 meter yang menghubungkan langsung fasilitas industri dengan pelabuhan laut dalam JIIPE dalam jarak sekitar 5 kilometer, sehingga proses distribusi dapat dilakukan secara lebih cepat dan efisien.

Integrasi antara akses jalan nasional dan jalur logistik internal menciptakan sistem distribusi yang lebih efisien, membantu menekan biaya logistik, serta mendukung operasional industri hilir secara berkelanjutan. Pengembangan infrastruktur kawasan tersebut dilakukan oleh PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS), selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Gresik, sebagai bagian dari upaya mendukung integrasi industri dan logistik dalam satu ekosistem.

Presiden Direktur PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS), Bambang Soetiono, menyampaikan bahwa pengembangan kawasan dilakukan selaras dengan arah kebijakan nasional dalam mendorong hilirisasi dan efisiensi logistik. “Pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap dan selaras dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong hilirisasi serta peningkatan efisiensi logistik dan konektivitas,” ujar Bambang Soetiono.

Dengan terbentuknya rantai industri yang semakin terintegrasi serta didukung oleh infrastruktur yang memadai, hilirisasi tembaga dan emas di Gresik diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan industri nasional.

Proyek ini menandai langkah konkret Indonesia dalam memperkuat posisi industri tambang melalui pengembangan nilai tambah di dalam negeri, sambil memanfaatkan infrastruktur modern untuk meningkatkan efisiensi distribusi dan konektivitas antarwilayah.

Hilirisasi Tembaga dan EmasKEK GresikJIIPEMIND IDInfrastruktur LogistikBrass MillPrabowo Subianto

Komentar

Memuat komentar...