Pria Jepang Pilih Jadi Petugas Kebersihan Meski Kaya Raya

Wulan M. · 2 min baca · 4 bulan lalu · 105 dibaca
Bisik.id
Pria Jepang Pilih Jadi Petugas Kebersihan Meski Kaya Raya

Gambar atau konten salah?

Jakarta - Banyak karyawan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mendapatkan gaji tetap demi kehidupan yang lebih baik. Namun, ada juga yang memilih bekerja hanya untuk mendapatkan pengalaman. Salah satunya adalah Koichi Matsubara, pria berusia 56 tahun asal Jepang. Meski memperoleh penghasilan besar dari investasi, ia tetap bekerja sebagai petugas kebersihan.

Matsubara memiliki penghasilan tahunan mencapai 30 juta yen atau sekitar Rp 3,36 miliar dari sewa properti dan investasi. Setiap bulan, ia bisa memperoleh Rp 280 juta. Sementara itu, pekerjaannya sebagai petugas kebersihan hanya menghasilkan 100.000 yen atau Rp 11,2 juta per bulan, jauh lebih rendah dari rata-rata gaji pekerja di Tokyo yang mencapai 350.000 yen atau Rp 39,2 juta.

Matsubara memilih pekerjaan ini untuk menjaga kesehatan. Dengan bekerja, ia bisa tetap aktif. Ia bekerja selama empat jam, tiga hari dalam seminggu.

Awal Mula Matsubara Berinvestasi

Matsubara tumbuh dalam keluarga orang tua tunggal, yang membuatnya belajar menabung untuk membeli barang-barang yang diinginkan. "Saya selalu berharap bisa hidup dari aset saya sendiri," ujarnya.

Setelah menyelesaikan sekolah menengah, ia bekerja di pabrik dengan gaji bulanan sekitar 180.000 yen atau Rp 20,16 juta. Meskipun gajinya cukup, ia mengatur pengeluaran dengan ketat dan menabung sekitar 3 juta yen (sekitar Rp 336 juta) untuk membeli flat studio pertamanya.

Ketika itu, pasar perumahan sedang lesu. Matsubara mengambil langkah untuk menghindari kekosongan dan melunasi hipotek lebih awal. Kini, ia memiliki tujuh flat sewa di Tokyo dan berinvestasi dalam saham serta dana. Meskipun kaya, ia menjalani hidup sederhana.

Matsubara tinggal di flat murah, memasak sendiri, dan sudah lebih dari satu dekade tidak membeli baju baru. Ia menggunakan telepon pintar sederhana dan lebih suka bersepeda.

"Bekerja sebagai petugas kebersihan bukan tentang uang, ini tentang tetap aktif," katanya. "Setiap pagi, saya bangun, membersihkan, dan merapikan semuanya. Rasanya sungguh menyenangkan," tambahnya.

Keputusan Matsubara untuk terus bekerja meski memiliki banyak aset menunjukkan bahwa bagi sebagian orang, kesehatan dan kebahagiaan tidak selalu berkaitan dengan uang. Ia menemukan kepuasan dalam aktivitas sehari-hari dan menjalani hidup yang sederhana.

karyawanpetugas kebersihaninvestasipenghasilanhidup sederhanakesehatanTokyosewa properti

Komentar

Memuat komentar...